Apabila penderita wabah plak paru ini tidak mendapatkan perawatan, kematian dapat mencapai 100 persen dalam beberapa kasus. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Apabila penderita wabah plak paru ini tidak mendapatkan perawatan, kematian dapat mencapai 100 persen dalam beberapa kasus. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Kenali Penyebaran Plak Paru yang Mematikan

Rona kesehatan paru-paru
Torie Natalova • 26 April 2019 08:00
Plak paru adalah penyakit menular yang menyerang hewan dan meski jarang ini dapat menyerang manusia. Penyakit ini juga disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang dapat ditemukan pada tikus dan kutu hewan.
 

 
Jakarta:
Plak paru adalah salah satu penyakit yang dikenal sebagai wabah dan penyakit serius yang telah menyebabkan beberapa epidemi di Eropa pada abad ke-14. Tingkat kematian wabah penyakit ini telah menyebabkan kematian sekitar 50 juta orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apabila penderita wabah plak paru ini tidak mendapatkan perawatan, kematian dapat mencapai 100 persen dalam beberapa kasus. Ini juga sangat menular memiliki potensi kuat untuk memicu epidemi.
 
Plak paru adalah penyakit menular yang menyerang hewan dan meski jarang ini dapat menyerang manusia. Penyakit ini juga disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang dapat ditemukan pada tikus dan kutu hewan.
 
Penyakit ini paling umum ditularkan antara hewan dan manusia melalui gigitan kutu yang terinfeksi. Orang dan hewan juga mengirimkannya melalui kontak langsung atau tidak langsung.
 
Ada tiga jenis plak yaitu bubonic yang merupakan tipe paling umum. Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui gigitan kutu atau melalui luka pada kulit. Plak jenis ini dapat memengaruhi sistem limfatik. 
 
Jenis plak kedua adalah septicemic. Ketika plak bubonic dibiarkan atau tidak diobati, bakteri akan menumpuk di aliran darah yang menyebabkan syok septik. Jenis ketiga yaitu plak paru atau pneumonik.
 
(Baca juga: Mitos Penyakit Flu, Ternyata Sebagian Benar)
 
Kenali Penyebaran Plak Paru yang Mematikan
(Apabila penderita wabah plak paru ini tidak mendapatkan perawatan, kematian dapat mencapai 100 persen dalam beberapa kasus. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
 
Ini adalah jenis paling ganas yang terjadi ketika bakteri bersarang di paru-paru. Jika tidak diobati dengan cepat, itu dapat menyebabkan kematian.
 
Ada tiga cara untuk menyebarkan plak paru. Pertama dan paling umum adalah penularan dari orang ke orang melalui udara. Ini terjadi ketika seseorang menghirup bakteri yang ditularkan oleh orang yang terinfeksi. 
 
Selain itu, seseorang dapat menghirup bakteri yang tersuspensi dalam tetes kecil yang terbentuk dalam sistem pernapasan orang yang terinfeksi.
 
Penularan hanya terjadi jika ada kontak dekat dan terus menerus dengan orang atau hewan yang sakit. Plak paru juga terjadi ketika seseorang menderita wabah pes atau wabah septikimia dan tidak menerima perawatan yang memadai untuk penyakit tersebut. Dalam hal ini, bakteri dapat pindah dan tinggal di paru-paru.

Gejala

Masa inkubasi penyakit ini dapat berlangsung antara satu hingga tujuh hari. Setelah itu, orang yang terinfeksi akan menunjukkan gejala pertama yang mirip dengan penyakit demam akut. 
 
Gejala tidak spesifik akan muncul misalnya mengalami sakit kepala, demam mendadak, kedinginan, lemas, mual, muntah dan nyeri tubuh.
 
Salah satu cara terbaik menghindari penyakit ini adalah dengan mengendalikan populasi tikus. Cobalah untuk tidak menyentuh hewan ini terutama bangkainya. Jika ada orang yang terinfeksi, mereka harus tetap terisolasi untuk mencegah penyebaran.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif