FITNESS & HEALTH

Pria Ini Tetap Hidup Selama 48 Jam Tanpa Paru-Paru, Kok Bisa?

Fatha Annisa
Senin 09 Februari 2026 / 15:55
Jakarta: Seorang pria berhasil tetap hidup selama 48 jam tanpa kedua paru-parunya, setelah dokter menerapkan cara yang tidak konvensional untuk mempertahankan fungsi pernapasan sebelum melakukan transplantasi organ.
 
Tubuh manusia hanya dapat bertahan tanpa oksigen selama 4 menit, sebelum terjadi kerusakan otak yang tidak dapat diobati dan kematian 4 sampai 6 menit kemudian. Namun, ada pria berusia 33 tahun yang tetap hidup selama 48 jam tanpa kedua paru-parunya.
 
Kondisi pria tersebut dilaporkan sangat kritis akibat ARDS (acute respiratory distress syndrome), suatu kondisi ketika peradangan dan cairan di paru-paru membuat alveoli tidak dapat menyuplai oksigen yang cukup ke darah. Keadaan ini dapat berakibat fatal karena otak dan organ tubuh lain akan kekurangan oksigen dalam waktu singkat
 
Baca juga: Ketika 3 Suara Napas Mengungkapkan tentang Kesehatan Paru-parumu

“Dia dalam kondisi kritis. Jantungnya berhenti berdetak begitu dia tiba. Kami harus melakukan CPR. Ketika infeksi begitu parah hingga paru-paru meleleh, kerusakan tersebut tidak dapat diperbaiki,” ujar Ankit Bharat, MBBS, kepala bedah toraks di Northwestern University Feinberg School of Medicine, dikutip dari Men’s Health, Senin, 9 Februari 2026.
 
Dokter menyadari bahwa paru-paru pasien tidak dapat diselamatkan. Namun, tubuhnya juga terlalu lemah untuk langsung menjalani transplantasi paru, sehingga tim medis menghadapi dilema.
 
“Jantung dan paru-paru secara alami saling terhubung. Jika tidak ada paru-paru, bagaimana cara menjaga pasien tetap hidup?” kata Bharat.

 
Baca juga: Teknik Pernapasan 20-20-20, Cara Sederhana Perkuat Paru di Tengah Polusi

 
Sebagai solusi, Bharat dan timnya menciptakan sistem paru-paru buatan yang mampu menggantikan fungsi organ tersebut dengan memberi oksigen ke darah, membuang karbon dioksida, dan menjaga aliran darah tetap stabil.
 
Dengan dukungan sistem tersebut, tubuh pasien tetap mendapatkan oksigen selama 48 jam penuh. Waktu yang cukup untuk organ lain kembali stabil dan menunggu donor paru tersedia.
 
Setelah periode tersebut, pasien menjalani transplantasi paru ganda dan menunjukkan pemulihan yang cukup baik. Fungsi paru-paru donor berjalan normal hingga dua tahun setelah operasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(PRI)

MOST SEARCH