Ilustrasi- Pexels
Ilustrasi- Pexels

Kanker Payudara Masih Menjadi Penyakit Paling Mematikan

Rona gaya kanker payudara
Medcom • 26 Oktober 2019 06:00
Jakarta: Kanker adalah penyakit mematikan yang lebih rentan dialami oleh perempuan dibanding laki-laki. Menurut data Globalcan 2018 pada kasus terbaru, sebanyak 188.231 perempuan dan 160.578 laki-laki menderita kanker.
 
Kasus kanker yang dialami perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan. Biasanya kaum hawa mengidap kanker payudara, kanker serviks, kanker ovarium, kanker usus besar, dan kanker tiroid. Sementara menurut data Globalcan 2018, kanker payudara berada di urutan pertama dengan jumlah 58.256 jiwa atau 30.9 persen.
 
Sementara para laki-laki biasanya menderita kanker paru-paru, kanker usus besar, kanker hati, kanker nasofaring dan kanker prostat. Dengan presentasi kanker paru-paru di urutan pertama dengan memakan 22.440 jiwa atau sekira 14 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, jumlah angka kematian dipimpin oleh laki-laki sebanyak 108.186 jiwa. Kemudian perempuan menyusul dengan 99.024 jiwa.
 
Kasus kanker di Indonesia kian meningkat dari tahun ke tahun, dan hingga kini belum dapat dipastikan apa penyebab sebenarnya. Namun mengutip wawancara Medcom.id kepada Pemerhati kesehatan dr. Marius Widjajarta, hampir 80 persen penyebab kanker diindikasi berasal dari makanan dengan kandungan zat berbahaya di dalamnya.
 
Dugaan penyebab lainnya berasal dari faktor genetika, usia, tidur memakai bra, riwayat penyakit keluarga, minum alkohol, dan lain-lain.
 
Berbagai aktivis dan pemerhati kesehatan berbondong-bondong untuk mengampanyekan gaya hidup sehat dan antisipasi pencegahan kanker. Sekitar 80 persen penderita kanker payudara dirawat dirumah sakit akibat terlambat menyadari adanya penyakit gans di dalam tubuhnya.
 
Penting untuk melakukan pencegahan atau deteksi dini sebelum terjadi pada Anda, melihat faktanya, di era ini siapapun bisa terkena kanker.
 
"Yang jadi persoalan selama ini, kita baru memeriksakan diri di saat kondisi sudah dalam stadium berapa misalnya. Padahal, boleh dibilang dalam kehidupan sekarang ini semua orang berpotensi kanker, maka, melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan dan gejala kanker di tubuh menjadi penting," ujar dr. Marius Widjajarta, seperti dilansir Medcom.id.
 
Dalam memperingati Hari Kanker Payudara yang jatuh pada 26 Oktober, seharusnya baik pemerintah maupun masyarakat dapat bekerja sama menurunkan angka penderita kanker payudara di Indonesia. Jumlah penderita kanker yang merangkak naik harus diimbangi dengan perkembangan kesadaran pencegahan baik di tengah masyarakat maupun pemerintah.
 
Pencegahan penyakit mematikan, salah satunya kanker payudara harus dilakukan secara kompak, sinergi, dan bersama-sama. Marius menambahkan, bahwa pencegahan juga bisa dilakukan dengan menggunakan empat tindakan: Promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
 
Sandra Odilifia
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif