Benarkah Penyintas Kanker Cenderung Alami Masalah Emosional?

Sri Yanti Nainggolan 07 Juni 2018 10:09 WIB
kankerpenyintas kanker
Benarkah Penyintas Kanker Cenderung Alami Masalah Emosional?
Sebuah hasil awal studi menemukan bahwa penderita kanker saat kecil cenderung mengalami masalah tidur dan mengantuk di siang hari saat dewasa. (Foto: Kace Rodriguez/Unsplash.com)
Jakarta: Sebuah hasil awal studi menemukan bahwa penderita kanker saat kecil cenderung mengalami masalah tidur dan mengantuk di siang hari saat dewasa. Akibatnya, mereka mengalami tekanan emosional berkelanjutan. 

Penemuan yang dipresentasikan dalam pertemuan SLEEP 2018 di Baltimore tersebut menunjukkan bahwa orang yang selamat dari kanker lebih mungkin mengalami masalah tidur dibandingkan saudara kandungnya saat dewasa. 

Dilansir dari Thehealthsite, para peneliti juga menemukan bahwa penyintas kanker 31 persen lebih mungkin mengalami kantuk dan 26 persen mengalami efisiensi tidur yang buruk. 


"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pada penderita kanker saat anak-anak yang mengalami masalah tidur, ada kemungkinan yang lebih besar dari tekanan psikologis yang memburuk atau persisten," kata penulis utama Lauren Daniel, Asisten Profesor di Rutgers University-Camden di New Jersey.

Dengan demikian, tambahnya, mengatasi gangguan tidur pada mereka yang selamat dapat meningkatkan fungsi psikologis jangka panjang.

(Baca juga: Organisasi Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker)


(Dilansir dari Thehealthsite, para peneliti juga menemukan bahwa penyintas kanker 31 persen lebih mungkin mengalami kantuk dan 26 persen mengalami efisiensi tidur yang buruk. Foto: Frankie Cordoba/Unsplash.com)

Menurut para peneliti, gangguan tidur berkaitan dengan kesehatan emosional dan fisik pada populasi umum, tetapi penelitian pada korban kanker masa kanak-kanak masih terbatas.

Penelitian tersebut mengarakterkan perilaku tidur saat dewasa yang telah selamat dari kanker yang dialami saat anak-anak dan hubungannya terhadap tidur, diagnosa kanker, eksposur perawatan, dan fungsi emosional.

Penelitian tersebut melibatkan 1.933 anak-anak yang selamat dari kanker yang rata-rata berusia 35 tahun dengan waktu penelitian 23,5 tahun. Penelitian tersebut juga melibatkan 380 saudara kandung partisipan dengan usia rata-rata 33 tahun.

Kedua kelompok diminta melengkapi beberapa pertanyaan seputar kualitas tidur, kelelahan, dan kebiasaan mengantuk.

Fungsi emosional dinilai sekitar delapan tahun sebelum dan dua tahun setelah survei tidur.

"Tidur cukup berhubungan dengan intervensi perilaku. Upaya yang meningkatkan tidur dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup pada korban kanker masa kanak-kanak jangka panjang," simpul Daniel.






(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360