Studi: Efek Suplemen Vitamin Tidak Terlalu Signifikan pada Kesehatan

Sri Yanti Nainggolan 05 Juni 2018 10:56 WIB
studi kesehatan
Studi: Efek Suplemen Vitamin Tidak Terlalu Signifikan pada Kesehatan
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa suplemen vitamin dan mineral tak memberikan manfaat sebesar yang sering kita pikirkan. 

Para peneliti melihat bahwa pil biasa seperti kapsul vitamin C tak memiliki manfaat kesehatan, bahkan dapat meningkatkan risiko kematian. Mereka lebih menganjurkan mengonsumsi makanan untuk mendapatkan vitamin tersebut. 

Studi yang dipublikasi dalam Journal of the American College of Cardiology tersebut meninjau beberapa suplemen yang biasa dikonsumsi masyarakat seperti A, B1, B2, B3 (niacin), B6, B9 (asam folat), C, D dan E. Sementara mineral lain yang diteliti adalah β-karoten, kalsium, besi, seng, magnesium, dan selenium.


Hasilnya, beberapa jenis multivitamin seperti vitamin D, kalsium, dan vitamin C tidak menunjukkan kemampuan untuk mencegah penyakit kardiovaskular, serangan jantung, stroke, dan kematian dini. 

Selain itu, niacin dan antioksidan ternyata dapat meningkatkan risiko kematian akibat berbagai hal, meskipun hanya kecil. 

Niacin biasanya bermanfaat untuk mengatur kadar kolesterol, menjaga kesehatan kulit, dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. 

Di satu sisi, vitamin terbukti meningkatkan kadar gula darah, yang berbahaya untuk penderita diabetes. Sementara, asam folat dapat terbukti mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. 

"Penelitian ini menyarankan agar masyarakat harus sadar akan suplemen yang mereka pakai dan memastikan mereka tahu kekurangan vitamin atau mineral tertentu, yang telah mereka informasikan oleh penyedia layanan kesehatan mereka," jelas para peneliti.

Dengan tidak adanya data positif yang signifikan, terlepas dari pengurangan potensi asam folat dalam risiko stroke dan penyakit jantung, para peneliti lebih setuju untuk mengonsumsi makanan sehat untuk mendapatkan mikronutrien tersebut. 

"Sejauh ini, tidak ada penelitian tentang suplemen yang menunjukkan kepada kita sesuatu yang lebih baik daripada porsi yang sehat dari makanan nabati yang kurang diproses termasuk sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan."





(DEV)