Berikut ini perbedaan kondisi haid pada usia 20 tahun, 30 tahun, dan 40 tahun. (Foto: Pexels.com)
Berikut ini perbedaan kondisi haid pada usia 20 tahun, 30 tahun, dan 40 tahun. (Foto: Pexels.com)

Ketahui Siklus Menstruasi pada Usia 20, 30, dan 40 Tahun

Rona kesehatan
21 Februari 2019 15:37
Jakarta: Perubahan siklus haid sulit diprediksi. Siklus menstruasi akan berubah sesuai dengan kondisi tubuh, termasuk masalah hormonal, usia, kehamilan dan perimenopause (periode 3-5 tahun menjelang menopause ketika terjadi penurunan produksi estrogen).
 
Berikut ini perbedaan kondisi haid pada usia 20 tahun, 30 tahun, dan 40 tahun, seperti dilansir Health.


1. Pada usia 20 tahun

Pada usia belasan, siklus menstruasi berada pada titik yang konsisten. Memasuki usia 20 tahun, wanita mulai tidak berovulasi secara teratur.
 
Di sisi lain, saat siklus meningkat dengan durasi lebih atau kurang beberapa hari setiap bulan, Anda juga mengalami premenstrual syndrome atau PMS, kram, dan nyeri pada payudara. Kondisi haid lain yang terjadi pada usia 20 tahun ada kaitannya dengan pengendalian kelahiran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini adalah masa banyak wanita memutuskan mulai menggunakan kontrasepsi hormonal. Penggunaan pil kemungkinan akan memicu perubahan pada siklus haid. "Penggunaan kontrasepsi hormonal, seperti IUD atau Depo-Provera, bisa menyebabkan menstruasi terhenti," sebut laman Health.
 
(Baca juga: Sesuaikan Kegiatan dengan Siklus Menstruasi Anda)
 
Ketahui Siklus Menstruasi pada Usia 20, 30, dan 40 Tahun
(Perubahan siklus haid sulit diprediksi. Siklus menstruasi akan berubah sesuai dengan kondisi tubuh, termasuk masalah hormonal, usia, kehamilan dan perimenopause (periode 3-5 tahun menjelang menopause ketika terjadi penurunan produksi estrogen). Foto: Pexels.com)
 

2. Pada usia 30 tahun

Pada masa ini, siklus menstruasi mulai terasa lebih berat dengan rasa sakit yang lebih hebat daripada kram biasa. Ini bisa menjadi pertanda adanya masalah yang lebih besar. Bisa jadi itu disebabkan oleh pertumbuhan tumor jinak yang disebut fibroid, yang bisa membuat Anda mengalami perdarahan hebat.
 
Pada usia ini juga, Anda tidak akan mengalami datang bulan selama sekitar enam minggu setelah melahirkan.
 
"Untuk ibu menyusui, masa haid tidak akan kembali normal sampai berhenti atau mengurangi intensitas menyusui," kata Sheryl Ross, dokter kandungan di Santa Monica, California, Amerika.
 
Selain itu, melahirkan dapat menyebabkan perubahan jangka panjang pada siklus haid. Bagi perempuan yang pernah melahirkan, ada kemungkinan kram atau nyeri haid yang mereka alami sebelum melahirkan tak lagi terasa.

3. Pada usia 40 tahun

Usia 40 tahun menandai dimulainya fluktuasi hormon perimenopause yang merupakan prekursor menopause. Selama masa ini, umumnya 8-10 tahun sebelum menopause, yang biasanya terjadi pada awal usia 50-an tahun, tubuh bersiap untuk akhir masa menstruasi.
 
Perubahan hormon menyebabkan ovulasi menjadi tidak teratur. Meski ovulasi tidak menentu, yang masuk tahap perimenopause masih bisa hamil. Sebab, seorang wanita tidak benar-benar menopause sampai menstruasinya berhenti setidaknya dalam satu tahun.
 
Jika siklus haid tidak teratur, durasi berubah-ubah dan konsistensi perdarahan tak stabil, mungkin itu ada kaitannya dengan gangguan tiroid, sindrom ovarium polikistik, atau masalah kesehatan lain.
 

Maria Fransiska
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif