Lima Tanda Nyeri Leher dan Punggung Tidak Normal
Apabila Anda merasakan kesemutan atau mati rasa di bagian punggung dan leher, itu biasanya menandakan masalah dengan syaraf-syaraf di daerah yang terkena di punggung atau leher. (Foto: Mitchell Hollander/Unsplash.com)
Jakarta: Nyeri leher dan punggung akan lebih sering dihadapi mereka yang semakin bertambah tua. Nyeri punggung dan leher biasanya akan sembuh sendiri tanpa pengobatan serius. 

Tapi, jika nyeri punggung terus terjadi dan tak kunjung hilang, bisa jadi ada masalah di tubuh Anda. Berikut beberapa sebab nyeri punggung dan sebaiknya segera periksa ke dokter.

1. Peristiwa traumatis
Jika Anda pernah mengalami jatuh, kecelakaan dan serangan lain, sebaiknya pergi ke dokter. Semua peristiwa yang berkaitan dengan kecelakaan atau jatuh dapat menyebabkan kerusakan pada tulang belakang, meski Anda dapat bergerak normal setelah peristiwa tersebut.


Ketika cedera tulang belakang tidak diobati baik, mereka dapat menyebabkan masalah yang jauh lebih besar di kemudian hari.

(Baca juga: 7 Makanan Pereda Nyeri Tulang)

2. Mati rasa atau kesemutan
Apabila Anda merasakan kesemutan atau mati rasa di bagian punggung dan leher, itu biasanya menandakan masalah dengan syaraf-syaraf di daerah yang terkena di punggung atau leher.

Iritasi saraf yang berkepanjangan dapat sebabkan kerusakan permanen dan dalam beberapa kasus, disebutkan dalam laman Health.usnews cacat di kemudian hari.


(Jika Anda pernah mengalami jatuh, kecelakaan dan serangan lain, sebaiknya pergi ke dokter. Foto: Raj Eiamworakul/Unsplash.com)

3. Demam
Bukan demam karena flu atau virus, melainkan demam yang diikuti nyeri seluruh tubuh termasuk leher atau punggung. Ini biasanya respons tubuh terhadap beberapa jenis infeksi yang perlu segera diperiksa dokter.

4. Inkontinensia
Inkontinensia dapat disebabkan oleh kompresi saraf di tulang belakang yang berjalan ke bawah dan memengaruhi organ yang mengontrol fungsi kandung kemih dan usus.

5. Nyeri yang tidak selesai
Terkadang, nyeri punggung bisa terus dirasakan hingga dua minggu lamanya. Jika ini terjadi, sebaiknya kunjungi spesialis tulang belakang untuk mencari penyebabnya.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id