Hormon tiroid diketahui berperan dalam sistem kekebalan tubuh, peningkatan protein dalam tubuh serta meningkatkan protein di plasma darah.
Menurut Prof. dr. Ahmad Rudijanto, SpPD KeMD, Ketua Perkeni dalam seminar Pekan Peduli Tiroid Internasional yang berlangsung hari ini, Selasa, 26 Mei, gejala-gejala yang paling sering terlihat bagi yang terkena kelebihan hormon tiroid (hipertiroid) yaitu mata merah, berat badan turun, rambut rontok, bentuk tubuh berubah dan jantung bekerja lebih lambat.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Berbeda dengan hipertiroid, gejala pada hipotiroid atau kekurangan tiroid, terjadi dengan adanya penumpukkan cairan hingga menyebabkan pembengkakan. "Kalau hipo yang tadinya kurus jadi gemuk, gemuknya bukan karena lemak tapi kelebihan cairan," tuturnya.
"Untuk anak-anak, bisa menyebabkan kretin yang efeknya bisa menyebabkan idiot, tergantung seberapa parah bagian otak yang diserang," kata Profesor Rudijanto.
Kekurangan tiroid bisa diatasi dengan pemberian yodium yang cukup dan apabila benjolannya menekan tenggorokan harus dilakukan operasi.
Sedangkan solusi mengatasi hipertiroid dengan menggunakan obat-obatan anti hormon hipertiroid, operasi dan ablasi radioaktif.
"Ablasi itu kayak operasi, tetapi hanya minum larutan yodium yang diberi label radioaktif. Ini semua hanya agar bisa mempertahankan kehidupan maksimum pasien," tutupnya. (Sumarni)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(AWP)
