Ini adalah desain pertama masker wajah dokter yang menangani tahun 1300-an. (Foto: Dok. Vintagenewsdaily)
Ini adalah desain pertama masker wajah dokter yang menangani tahun 1300-an. (Foto: Dok. Vintagenewsdaily)

Perjalanan Pakaian Medis untuk Menangani Wabah

Rona Alat Pelindung Diri (APD) pandemi apd tenaga medis
Kumara Anggita • 25 Mei 2020 06:00
Jakarta: Saat ini, dokter menangani wabah pandemi dengan pakaian yang amat lengkap dan protektif, sampai kita tak bisa melihat wajahnya. Bila dilihat-lihat, penampilan para dokter sangat challenging, terbayang kan memakainya sudah sangat ribet.
 
Akan tetapi, tampilan ini tak ada apa-apanya dibandingkan pakaian yang dipakai dokter untuk menangani wabah pada zaman dahulu.
 
Mungkin Anda pernah melihat sebelumnya di mana ada orang yang dibalut dari kepala hingga kaki dengan kulit berminyak, mengenakan kacamata hitam dan topeng berparuh. Itu adalah kostum dokter wabah zaman dulu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari Live Science, kostum ini pertama kali muncul jauh lebih tua sebelum abad pertengahan, sekitar tiga abad setelah Black Death pertama terjadi pada tahun 1340-an.
 
Ada beberapa dokter di abad ke-17 dan ke-18 yang mengenakan pakaian itu. Namun sebagian besar dokter modern abad pertengahan dan awal yang memelajari dan merawat pasien wabah sesungguhnya tidak melakukannya.
 
Perjalanan Pakaian Medis untuk Menangani Wabah
(Pakaian dokter yang menangani wabah dari Jerman di abad ke-17. Foto: Dok. Vintagenewsdaily)

Mengapa dokter yang menangani wabah memakai masker paruh?

Menurut buku Michel Tibayrenc "Encyclopedia of Infectious Diseases" (John Wiley & Sons, 2007), penyebutan pertama kostum dokter ini ditemukan dalam sebuah karya pertengahan abad ke-17 yang ditulis oleh Charles de Lorme, seorang dokter kerajaan dalam layanan tersebut. Raja Louis XIII dari Prancis. 
 
De Lorme menuliskan, selama wabah 1619 wabah di Paris, ia mengembangkan pakaian yang seluruhnya terbuat dari kulit kambing Maroko, termasuk sepatu bot, celana pendek, mantel panjang, topi, dan sarung tangan. 
 
Memakai alat pelindung ini menunjukkan bahwa dokter amat khawatir tertular wabah bukan dari udara melainkan dari pasien mereka langsung.
 
Fitur utama dari pakaian itu adalah topeng ketat, lengkap dengan eyepiece (lensa mata) kristal. Kostum ini dimodifikasi sampai ada masker paruh panjang yang ukurannya sampai 15 sentimeter. Di paruh itu, ada parfum atau ramuan aromatik.
 
Paruh itu adalah fitur paling ikonik dari pakaian itu, dan dianggap penting bagi dokter untuk mencegah inhalasi "miasma wabah," atau udara yang sarat penyakit datang langsung dari pasien.

Bukti lainnya

Setelah deskripsi tertulis dari kostum wabah De Lorme, bukti visual terbaik lainnya muncul dari tahun 1656, ketika wabah yang sangat menghancurkan menewaskan ratusan ribu orang di Roma dan Napoli. 
 
Pengukir Jerman Gerhart Altzenbach menerbitkan gambar populer seorang dokter yang menangani wabah dengan pakaian lengkap, dengan teks yang menggambarkan bagaimana pakaian melindungi pemakainya terhadap kematian.
 
Perjalanan Pakaian Medis untuk Menangani Wabah
(Alat Pelindung Diri atau APD yang saat ini digunakan tenaga medis dalam situasi pandemi. Foto: Pexels.com)

Satir yang muncul untuk menggambarkan kostum dokter 

Gambar yang lebih ikonik dari seorang dokter wabah adalah ukiran satirical Paulus Furst 1656 yang disebut "Doctor Schnabel von Rom," atau "Doctor Beaky from Rome."
 
Furst juga menambahkan beberapa elemen tambahan ke pakaian dokter wabah yang muncul dalam versi sampai hari ini, seperti sarung tangan seperti cakar dan tongkat penunjuk diatapi oleh jam pasir bersayap kelelawar. 
 
Unsur-unsur ini satir dan bukan realitas sejarah, tetapi apa yang digambarkan olehnya tetap menjadi bentuk gambaran stereotip para dokter hingga saat ini.

Kostum dokter wabah menjadi kostum yang sering digunakan di sebuah karnaval

Ukiran Altzenbach dan Furst ini mungkin juga telah mengilhami masuknya dokter yang menangani wabah, atau "Medico della Peste" yang merupakan bahasa Italia, sebagai karakter standar di bioskop sejak abad ke-17.
 
Dokter wabah (dokter yang menangani wabah) ini semakin dibicarakan terutama topeng berparuhnya. Kostum ini telah menjadi salah satu kostum paling populer di "Carnevale," atau Karnaval Venesia di Italia. 
 
Bahkan, beberapa sejarawan berpendapat bahwa dokter wabah berparuh itu tidak lain adalah karakter fiksi dan komedi awalnya. Versi teater dianggap telah mengilhami dokter sungguhan untuk menggunakan kostum selama wabah 1656 dan 1720.
 
Dengan adanya sejarah informatif dan gambar dari periode ini, kita jadi bisa memahami dalam keadaan apa pakaian itu digunakan. 
 
(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif