Pada pasien dengan jenis kulit kering, kulit mereka memiliki penurunan kepadatan kelenjar sebaceous, kelenjar yang menghasilkan sebum atau minyak, dibandingkan dengan kulit normal. (Ilustrasi/Pexels)
Pada pasien dengan jenis kulit kering, kulit mereka memiliki penurunan kepadatan kelenjar sebaceous, kelenjar yang menghasilkan sebum atau minyak, dibandingkan dengan kulit normal. (Ilustrasi/Pexels)

Perbedaan Antara Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi

Rona kesehatan kulit dehidrasi
Raka Lestari • 08 Februari 2020 15:03
Jakarta: Banyak yang menganggap bahwa kulit yang kering dan kulit yang dehidrasi merupakan hal yang sama. Akan tetapi, pada kenyataannya kedua kasus tersebut memiliki perbedaan baik dalam pendekatan dan juga cara perawatan.
 
Untuk menemukan perawatan yang tepat, Anda perlu mencari tahu terlebih dahulu jenis kulit Anda.
 
Menurut Ramya Kollipara, MD, dokter kulit bersertifikat dan ahli bedah kulit kosmetik terlatih di Westlake Dermatology, kulit kering merupakan salah satu jenis kulit. "Pada pasien dengan jenis kulit kering, kulit mereka memiliki penurunan kepadatan kelenjar sebaceous, kelenjar yang menghasilkan sebum atau minyak, dibandingkan dengan kulit normal," kata Dr Kollipara, seperti dilansir dari thehealthy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan kulit yang dehidrasi adalah kondisi kulit dimana kulit kekurangan air dan semua jenis kulit mulai dari kering, berminyak, atau kombinasi bisa mengalami dehidrasi kulit. Karena kulit dehidrasi disebabkan kekurangan air dan tidak terkait dengan sebum atau minyak, Anda dapat memiliki kulit yang berminyak dan kulit dehidrasi. Begitu juga dengan orang yang memiliki jenis kulit kering.
 
Sementara itu, John Zampella, MD, asisten profesor dermatologi di NYU Langone Health, mengatakan, mengisi kembali komponen barrier atau penghalang lemak pada kulit dapat membantu menyegel kelembaban dan air.
 
"Beberapa pelembab membantu menyegel kelembaban yang sudah Anda miliki dan beberapa jenis pelembap lain memberikan kelembaban dengan membiarkan kulit menahan air,” terangnya.
 
Raman Madan, MD, direktur dermatologi kosmetik di Northwell Health, menambahkan bahwa cuaca panas, diet, obat-obatan tertentu, dan mengikuti rutinitas perawatan kulit yang salah semuanya berkontribusi pada kulit dehidrasi.
 
Untuk mengatasinya, Dr Kollipara dan Dr Madan merekomendasikan untuk menjaga agar kulit tetap terhidrasi. “Sebaiknya minum air putih minimal delapan gelas per hari. Selain itu pilih skincare yang berbahan dasar air,” imbuhnya.
 
Dan jika Anda memiliki jenis kulit yang kering, Dr Kollipara dan Dr Madan merekomendasikan untuk menggunakan pelembap yang tebal yang mengantung ceramide dan lipid. Hal itu berguna untuk memperbaiki barrier alami pada kulit, mengurangi peradangan, dan melindungi kulit dari berbagai masalah pada lingkungan seperti polus, asap rokok, dan radikal bebas.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif