Sebuah penelitian tahun 2009 menunjukkan bahwa memaki dapat mengurangi rasa nyeri. (Foto: Dailymail.com)
Sebuah penelitian tahun 2009 menunjukkan bahwa memaki dapat mengurangi rasa nyeri. (Foto: Dailymail.com)

Meski Tak Sopan, Memaki Membuat Energi Bertambah

Rona psikologi
Sri Yanti Nainggolan • 12 Mei 2017 08:00
medcom.id, Jakarta: Mencaci maki adalah kebiasaan yang dinilai kurang sopan. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa mencaci memiliki manfaat tersendiri dimana memaki dalam suara keras ternyata dapat membuat seseorang semakin kuat. 
 
Studi tersebut menemukan bahwa partisipan memproduksi lebih banyak kekuatan dan genggaman yang lebih kuat ketika mereka memaki dengan suara keras. Selain itu, ternyata memaki tak memilik efek tertentu pada detak jantung. 
 
Meski Tak Sopan, Memaki Membuat Energi Bertambah

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca juga: Ini Alasan Orang Kreatif Memandang Sesuatu Berbeda)
 
"Terlihat bahwa sumpah serapah memiliki efek menguatkan dan menoleransi sakit, namun kami belum menemukan alasannya," ujar penulis studi Dr. Richard Stephens dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Medical Daily.
 
Stephens bersama tim dari Keele University dan Island University di Brooklyn meminta 29 partisipan untuk melakukan tes kekuatan anaerobik untuk mengukur usaha fisik selama periode pendek saat partisipan bersuara. Tes yang dilakukan adalah olahraga bersepeda. 
 
Para partisipan diminta memaki dan tidak memaki sebelum melakukan olahraga tersebut untuk melihat perbedaan kekuatan.
 
Pada percobaan kedua, 52 partisipan diminta untuk melakukan tes genggaman tangan isotremik, sebuah tes psikologis untuk meningkatkan tekanan arteri. Hasilnya, mereka yang berolahraga setelah memaki memiliki kekuatan yang lebih besar. 
 
Meski Tak Sopan, Memaki Membuat Energi Bertambah
 
Selain menguatkan, ternyata memaki memiliki manfaat lain. Sebuah penelitian tahun 2009 menunjukkan bahwa memaki dapat mengurangi rasa nyeri dimana kekuatan yang meningkatkan detak jantung dan adrenalin tersebut dapat membantu mematirasakan nyeri. 
 
Meskipun masih belum jelas mengapa penyebabnya, para peneliti merasa hal tersebut berhubungan tingkat emosi yang tinggi saat memaki sehingga membuat reaksi fisik menjadi lebih kuat. 
 

 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif