(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Mendeteksi Kanker pada Anak

Rona hari kanker anak internasional
Sri Yanti Nainggolan • 15 Februari 2018 17:46
Jakarta: Tak seperti kanker pada orang dewasa, kanker anak adalah salah satu penyakit yang membutuhkan perhatian khusus dari orang sekitar, atau lebih tepatnya orang tua.
 
"Karena rata-rata gejala kanker pada anak susah dideteksi dan ditemukan. Anak-anak umumnya belum bisa menyampaikan keluhan pada orang tua," ujar Direktur Utama RS  Dharmais Prof. dr . Abdul Kadir, PhD, Sp.THT- KL (K) dalam temu media di Kementrian Kesehatan, Kamis, 15 Februari 2018.
 
Oleh karena itu, orang tua harus bisa mendeteksi dini adanya keanehan pada buah hati. Biasanya, anak baru mengungkapkan keluhan setelah mencapai stadium baru, sehingga rasa sakit tak tertahankan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Orang tua sebaiknya segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit bila anak menunjukkan gejala tak biasa seperti demam berulang atau perut membesar.
 
"Untuk mengonfirmasi apakah benar kanker, harus dibuktikan. Karena tidak semua benjolan atau kelainan adalah tumor," tambahnya.
 
Jika memang benar kanker, maka pengobatan bisa selakukan lebih awal sehingga angka kelangsungan hidup (survival) dalam lima tahun ke depan bisa semakin besar.
 
Di RS Dharmais sendiri, kebanyakan pasien kanker anak datang saat sudah menginjak stadium lanjut. Akibatnya, jenis pengobatan pun semakin kompleks dan angka survival menipis.
 

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi