(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Menahan Bersin Bisa Berdampak Buruk pada Pembuluh Darah Otak

Rona studi kesehatan
Sri Yanti Nainggolan • 17 Januari 2018 14:33
Jakarta: Metode memencet hidung atau menutup mulut untuk menahan bersin ternyata dapat memberi efek buruk pada bagian tubuh lain seperti tenggorokan, gendang telinga, dan pembuluh darah di otak.
 
Sebuah penelitian menemukan bahwa hal tersebut dapat menyebabkan berbagai kompikasi, termasuk pseudomediastinum, udara tejebak antara bagian dada antara paru-paru, perforasi pada membran timpani.
Masalah lain yang biaa muncul adalah gendang telinga berlubang dan ruptur aneurisma serebral, pembuluh darah membengkak di otak.
 
Tim peneliti menemukan hal tersebut setelah seorang pemuda berusia 34 tahun mengalami kerusakan di belakang tenggorokan karena menahan bersin dengan cara tersebut. Ia pun merasa sangat sakit, nyaris tidak mampu berbicara atau menelan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerusakan mendadak pada bagian belakang tenggorokan tersebut cukup langka dan disebabkan oleh trauma, muntah, atau batuk berat.
 
Ia menjelaskan, ia mengalami sensasi mengejutkan pada bagian leher di mana mengalami pembengkakan setelah ia memaksa menahan bersin dengan cara memencet hindung dan menutup mulut secara bersamaan.
 
Tak lama kemudian, ia merasakan kesakitan saat menelan dan kehilangan suara. Saat dokter memeriksa, mereka mendengar suara sesuatu pecah (crepitus) yang telah melebar dari leher ke arah tulang rusuk. Itu adalah pertanda bahwa udara telah menemukan jalan ke jaringan dalam dan otot dalam dada, yang terkonfirmasi olah scan tomografi komputer.
 
Karena komplikasi serius, pria tersebut dirawat di rumah sakit dan makan melalui selang dan diberi antibiotik ke dalam pembuluh darah agar pembengkakan dan rasa sakit berkurang.
 
Setelah tujuh hari, ia membaik dan disarankan untuk tidak menutup cuping hidung untuk menahan bersin lagi.
 
"Menghentikan bersin dengan cara menutup cuping hidung dan mulut adalah cara berbahya dan harus dihindari," ujar para peneliti.
 
Studi tersebut dipublikasi dalam jurnal BMJ Case Reports.
 
Lihat video:
 

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif