Namun, mengonsumsi makanan itu terus-menerus bukanlah pilihan yang baik. Pasalnya, daging olahan telah melewati proses kimia sehingga mengandung bahan pengawet.
Dilansir dari Fit Day, Senin (22/12/2014), ada berbagai penyakit yang berisiko mengintai jika terlalu sering mengonsumsi makanan olahan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
1. Kanker
Sebuah studi di Swedia menemukan risiko kanker perut lebih mungkin terjadi pada mereka yang senang makan makanan olahan daripada yang tidak.
Bukan hanya itu, studi di Hawaii juga mengungkap orang yang rutin mengonsumsi daging olahan selama 7 tahun memiliki 67% risiko terkena penyakit pankreas daripada mereka yang jarang makan daging olahan. Para ahli pun menyarankan, untuk tidak mengonsumsi lebih dari satu porsi daging olahan selama satu minggu.
2. Jantung
Makanan olahan memiliki kadar garam (natrium) yang tinggi. Tingginya kadar garam dapat merusak pembuluh darah sehingga berlanjut pada penyakit jantung. Garam juga mampu mengikat banyak air dalam darah, semakin banyak volume air, semakin keras jantung bekerja untuk memompanya.
3. Diabetes
Para peneliti di Universitas Harvard menemukan, makan satu porsi daging olahan dapat meningkatkan resiko diabetes sebesar 29%. Selain itu, daging olahan memiliki zat yang bernama nitrat dan nitrit. Para ahli mengatakan, nitrat mampu mengurangi sekresi insulin dan memberikan efek negatif terhadap kadar glukosa tubuh.
4. Obesitas
Retensi air yang disebabkan natrium yang terdapat dalam daging olahan bisa menyebabkan perut kembung. Selain itu, orang cenderung menjadikan daging olahan sebagai makanan tambahan. Mereka menambahkan roti atau nasi sebagai teman makan daging olahan. Padahal, daging olahan sudah memiliki kalori yang sangat tinggi, serta sodium yang bisa memperlambat metabolisme. Alhasil, kenaikan berat badan pun tak bisa dihindari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(PRI)
