Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek--Antara--Hafidz Mubarak A
Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek--Antara--Hafidz Mubarak A

Menkes: Cegah Hepatitis A dengan Menjaga Kebersihan

Rona hepatitis a
Dhaifurrakhman Abas • 04 Juli 2019 12:50
Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta masyarakat bekerja sama menjaga kebersihan lingkungannya. Sebab virus Hepatitis A diduga bisa menyebar lewat lingkungan yang kotor dan tidak bersih.
 

Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mengimbau masyarakat selalu menjaga kebersihan tubuh. Hal Ini penting guna mencegah penularan penyakit Hepatitis A yang tengah menjadi polemik di Indonesia.
 
“Imbauan untuk masyarakat jaga kebersihan, sebelum makan cuci tangan dulu,” kata Nila, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Nila juga meminta masyarakat bekerja sama menjaga kebersihan lingkungannya. Sebab virus Hepatitis A diduga bisa menyebar lewat lingkungan yang kotor dan tidak bersih.
 
Misalnya pada kasus Hepatitis A yang menyerang sebanyak 957 warga di Pacitan, Jawa Timur, Penyebaran penyakit diduga berasal dari air sungai yang tercemar dan terkontaminasi.
 
“Secara epidemiologi kita harus lihat daerah mana yang kena. Kalau dalam satu aliran sungai ya mungkin aliran sungai itu yang harus kita perhatikan,” ujar Nila.
 
Meski masih dugaan, pihaknya sudah mengerahkan tim untuk menanggulangi penyebaran penyakit. Nila mengatakan tim sudah bergerak untuk menguji kandungan air sungai.
 
“Barusan saya dapat informasi air-air di situ sedang diperiksa di laboratorium, jadi ada beberapa lab di Surabaya, kita kirim untuk memeriksa air itu,” ungkap dia.
 
Sementara itu, Nila mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan sehat untuk menurunkan risiko penularan Hepatitis A. Pasien juga diminta untuk beristirahat yang cukup agar mempercepat proses penyembuhan yang bisa berlangsung sampai dua pekan.
 
“Istilah saya diistirahatkan livernya, liver itu lebih banyak kerja untuk karbohidrat, gula. Itu biasanya kita kurangin. Hepatitis kan tidak ada obatnya, tadi saya bilang istirahat, itu virus,” imbaunya.
 
Fenomena merebaknya penyakit Hepatitis A yang terjadi di Pacitan sudah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).Bahkan penyakit tersebut kini menyerang warga Trenggalek.
 
Meski begitu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Wiedra Waworuntu, mengatakan kasus hepatitis A di Trenggalek tidak masuk dalam daftar KLB. Sebab, penyakit sudah ditangani.
 
“Pacitan sudah ditetapkan KLB, Trenggalek tidak, karena masalah hepatitis A di sana sudah bisa ditanggulangi,” ujar dia.
 
Fenomena penyebaran Hepatitis A di Pacitan masih menjadi momok yang harus di selesaikan. Hingga kini, status KLB di Pacitan tidak akan ditarik sebelum penularan berhenti, serta melewati dua kali masa inkubasi.
 
Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit hepatitis A di Pacitan. Hingga Senin, 1 Juli 2019, jumlah pendeirta sudah mendekti angka 1.000 orang.
 
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Kohar Hari Santoso mengatakan, jumlah penderita Hepatitis A di Kabupaten Pacitan hingga Senin, 1 Juli, sudah lebih dari 957 pasien. Penetapan KLB Hepatitis A di Pacitan adalah pertama kalinya terjadi di Jawa Timur.
 
"Jumlah penderita Hepatitis A yang melonjak tinggi dalam waktu dua bulan di Pacitan ini menjadi temuan pertama di Jawa Timur," jelasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif