Makanan pemicu lemak tinggi yang umum seperti daging goreng, keripik, sosis, pizza, pai, kerupuk dan saus krim. (Foto: Pexels.com)
Makanan pemicu lemak tinggi yang umum seperti daging goreng, keripik, sosis, pizza, pai, kerupuk dan saus krim. (Foto: Pexels.com)

Empat Makanan Pemicu Terburuk Sindrom Iritasi Usus

Rona kesehatan pencernaan
Torie Natalova • 26 Februari 2019 09:29
Makanan memainkan peran kunci dalam penyakit Sindrom Iritasi Usus. Beberapa makanan bisa jadi pemicu menimbulkan gejala sindrom iritasi usus seperti makanan pedas, tinggi lemak seperti gorengan, keripik, kerupuk, atau gandum dan susu.
 
Jakarta:
Perut terasa kembung dan tidak nyaman setelah makan makanan tertentu, bisa jadi tanda sindrom iritasi usus. Tak hanya membuat penderitanya tidak nyaman, penyakit ini dalam kasus yang parah dapat melemahkan penderitanya.
 
Sindrom iritasi usus adalah gangguan kronis yang memengaruhi usus besar dan ditandai dengan perut kembung, sakit perut yang tak menentu atau ketidaknyamanan, dan mengubah kebiasaan buang air besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gejala sindrom iritasi usus seperti perut kembung, kram, nyeri, diare, dan sembelit.
 
Spesialis kesehatan usus Megan Rossi mengatakan, makanan memainkan peran kunci dalam penyakit ini. Banyak pasien yang melaporkan munculnya atau memburuknya gejala setelah makan 15 menit hingga 3 jam.
 
Karenanya, salah satu cara untuk membatasi gejala sindrom iritasi usus adalah membatasi pemicu makanan yang diketahui dari pola makan Anda.
 
Meskipun tidak semua orang memiliki makanan pemicu yang sama, jika salah satu dari makanan atau minuman ini menimbulkan gejala, maka batasi mengonsumsinya. Seperti dilansir dari Netdoctor, berikut yang bisa Anda perhatikan.
 
Empat Makanan Pemicu Terburuk Sindrom Iritasi Usus
(Bagi sebagian orang ada kalanya susu bisa jadi hal yang tidak menyenangkan di dalam perut. Faktanya, mereka yang menderita sindrom tersebut memiliki usus yang lebih sensitif setelah makan tinggi lemak. Foto: Pexels.com)
 
(Baca juga: Kesehatan Usus Dapat Pengaruhi Suasana Hati)
 
1. Makanan FODMAP tinggi
 
Makanan ini pada dasarnya adalah berbagai jenis karbohidrat dan gula yang tidak dicerna atau terserap baik di usus. Beberapa makanan FODMAP tinggi seperti bawang putih, bawang merah, gandum, susu, es krim, jamur, aprikot, kacang polong, kacang-kacangan.
 
2. Makanan tinggi lemak
 
Makanan tinggi lemak telah terbukti memperburuk gejala sindrom iritasi usus. Faktanya, mereka yang menderita sindrom tersebut memiliki usus yang lebih sensitif setelah makan tinggi lemak. Makanan pemicu lemak tinggi yang umum seperti daging goreng, keripik, sosis, pizza, pai, kerupuk dan saus krim.
 
3. Kafein
 
Kafein dapat meningkatkan motilitas usus dan juga dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol yang dapat menyebabkan aktivasi berlebihan dari sumbu usus-otak. Kafein tidak hanya terdapat dalam kopi dan teh tapi juga minuman ringan serta minuman berenergi.
 
4. Makanan pedas
 
Komponen aktif cabai yang disebut capsaicin telah terbukti meningkatkan motilitas usus dan nyeri perut pada beberapa orang. Komponen lain yang sering ditemukan dalam makanan pedas seperti bawang putih dan bawang merah, juga dapat memicu gejala sindrom iritasi usus.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif