Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gastroenterology menunjukkan hubungan antara suasana hati, depresi dan kesehatan usus. (Foto: Artem Bali/Unsplash.com)
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gastroenterology menunjukkan hubungan antara suasana hati, depresi dan kesehatan usus. (Foto: Artem Bali/Unsplash.com)

Kesehatan Usus Dapat Pengaruhi Suasana Hati

Rona kesehatan pencernaan
Torie Natalova • 20 Juli 2018 17:15
Jakarta: Usus kerap kali disebut sebagai "otak kedua" oleh para ahli. Ini karena sistem saraf enterik, jaringan jutaan neuron, mengirim dan menerima pesan dari otak ke usus kita. 
 
Jadi, jika usus Anda tidak sehat, mereka memiliki akses langsung ke otak untuk melaporkan kondisi mereka yang tidak baik. Itulah sebabnya ketika kita gugup atau cemas, sering merasakan hal yang aneh dalam perut.
 
Selain itu, hal tersebut bisa jadi alasan Anda mengalami suasana hati buruk setelah beberapa hari mengonsumsi makanan cepat saji.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gastroenterology menunjukkan hubungan antara suasana hati, depresi dan kesehatan usus. 
 
(Baca juga: 5 Makanan yang Baik untuk Usus)
 
Kesehatan Usus Dapat Pengaruhi Suasana Hati
(Usus kerap kali disebut sebagai "otak kedua" oleh para ahli. Ini karena sistem saraf enterik, jaringan jutaan neuron, mengirim dan menerima pesan dari otak ke usus kita. Foto: Apl Studi/Unsplash.com)
 
Studi ini mengamati sejumlah pasien yang menderita masalah pencernaan dan depresi, dengan tujuan untuk membedakan apakah probiotik dan kesehatan usus yang meningkat dapat membantu meringankan gejala depresi mereka.
 
Para peneliti pun menemukan bahwa pasien dua kali lebih banyak menunjukkan peningkatan dalam perasaan depresinya ketika mengonsumsi probiotik yang baik untuk usus.
 
Lebih dari 90 persen serotonin, hormon yang memberi perasaan senang, nafsu makan, tidur, ingatan dan libido, tercipta di saluran pencernaan Anda. Karena itu, ketika memiliki sistem pencernaan yang terganggu, usus Anda tidak akan menciptakan serotonin.
 
Kadar serotonin yang rendah inilah yang dapat memengaruhi suasana hati dan berpotensi memicu kecemasan bahkan depresi. Hal ini dapat memengaruhi kualitas tidur yang juga akan memengaruhi suasana hati, menekan nafsu makan dan libido Anda.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif