NEWSTICKER
 Gejala klinis hepatitis A mirip dengan hepatitis lain yang diakibatkan virus.(Ilustrasi/Pexels).
Gejala klinis hepatitis A mirip dengan hepatitis lain yang diakibatkan virus.(Ilustrasi/Pexels).

Penyakit Hepatitis A Disebut Jarang Bersifat Fatal

Rona hepatitis a
Kumara Anggita • 20 Desember 2019 15:06
Depok: Saat ini penyakit hepatitis A menjadi topik yang panas. Infeksi hepatitis A tidak menyebabkan penyakit liver kronis dan jarang bersifat fatal.
 
"Namun dapat mengakibatkan gejala pelemahan dan hepatits fulminan (gagal ginjal akut) yang berasosiasi dengan tingkat fatalitas yang tinggi,” kata Dr. dr. Sukamto, Sp.PD, K-AI, Direktur Pelayanan Sekunder dan Unggulan, Rumah Sakit Universitas Indonesia, di Depok, Kamis, 19 Desember 2019.
 
Gejala klinis hepatitis A mirip dengan hepatitis lain yang diakibatkan virus. Hal ini umumnya meliputi demam, keletihan/malaise, hilang nafsu makan, diare, mual, rasa tidak nyaman pada perut, dan sakit kuning (warna kulit dan sklera mata berubah kuning, urin gelap dan feses pucat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak semua orang yang terinfeksi menunjukkan gejala-gejala tersebut. Orang dewasa lebih sering menampilkan gejala dibandingkan dengan anak-anak, dan keparahan penyakit akan meningkat pada kelompok usia lebih tua. 
 
Penyembuhan gejala yang muncul akibat infeksi dapat lambat dan mungkin memakan waktu beberapa minggu atau bulan. “Masa inkubasi hepatitis A berentang 15-50 hari. Dan biasanya 14-28 hari,” paparnya.
 
Tak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini, namun Anda bisa menghindarinya dengan berbagai cara. Seperti menjaga kebersihan lingkungan, terutama terhadap makanan dan minuman, melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, dan dengan vaksinasi. 
 
"Tak ada pengobatan khusus untuk hepatitis A. Tetapi ini ditujukan untuk membuat penderita tetap merasa nyaman dan mendapat nutrisi seimbang. Termasuk untuk menggantikan cairan yang hilang akibat muntah dan diare,” jelasnya.
 
Vaksinasi di sini merupakan salah satu bentuk pencegahan penyakit yang efektif untuk menghindari penyakit ini dari anak, orang dewasa hingga orang tua. 
 
“Vaksinasi hepatitis A adalah cara yang aman dan efektif untuk mencegah infeksi. Orang yang beresiko tinggi terkena hepatitis A dan orang yang beresiko tinggi mengalami konsekuensi negatif parah harus berdiskusi dengan dokter mengenai vaksinasi hepatitis A demi perlindungan diri,” tutupnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif