Berikut penjelasan beberapa kondisi medis kala wajah Anda terasa sakit. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Berikut penjelasan beberapa kondisi medis kala wajah Anda terasa sakit. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

11 Penyebab Nyeri di Wajah

Rona kesehatan
Anda Nurlaila • 27 Mei 2019 12:18
Nyeri di wajah bisa jadi pertanda sebuah kondisi medis. Misalnya gejala rasa sakit dan tekanan di hidung, dahi, dan hidung tersumbat. Bisa jadi Anda mengalami sinusitis. Sinusitis terjadi akibat infeksi di daerah berlubang kecil dekat tulang pipi.
 

 
Jakarta: Nyeri wajah merupakan rasa sakit yang terjadi di sekitar wajah, bagi sebagian atau seluruhnya. Sebagian besar nyeri wajah tidak membahayakan. Namun rasa sakit pada wajah dapat diakibatkan kondisi medis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


WebMD menulis ada beberapa faktor yang menyebabkan rasa sakit pada wajah, di antaranya:

1. Trigeminal Neuralgia

Pembuluh darah atau tumor mendorong saraf trigeminal di pangkal otak dan membloknya. Penyebab lainnya multiple sclerosis yang dapat merusak penutup pelindung saraf (selubung mielin). Rasa panas terbakar pada wajah atau tekanan yang terkadang ekstrem.
 
Serangan umumnya terjadi hingga dua menit dan memengaruhi wajah bagian bawah, kadang-kadang hidung dan mata. Nyeri juga bisa berlanjut. Dokter Anda dapat mengobatinya dengan obat-obatan atau pembedahan.

2. Migrain

Sakit kepala berdenyut di satu sisi kepala, termasuk mata, dahi, dan pipi. Nyeri dapat berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari. Migrain mungkin disertai sakit perut, dan lebih sensitif terhadap kebisingan, cahaya, dan aroma tertentu. Dokter Anda dapat membantu Anda mengobatinya dengan perubahan pola makan dan kebiasaan tidur, serta obat-obatan.
 
11 Penyebab Nyeri di Wajah
(Nyeri di wajah bisa jadi pertanda sebuah kondisi medis. Periksa jika Anda merasa kondisi tidak membaik. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

3. Sinusitis

Sinusitis terjadi akibat infeksi di daerah berlubang kecil dekat tulang pipi. Gejalanya antara lain rasa sakit dan tekanan di hidung, dahi, dan hidung tersumbat. Meski mirip dengan migrain nyeri wajah sinusitis biasanya disertai demam, ingus berwarna, indra penciuman berkurang, atau rasa sakit di sekitar pipi. Cara mengobatinya dengan istirahat, obat penghilang rasa sakit, dan kadang-kadang antibiotik.

4. Deviasi septum

Cedera atau penyakit dapat merusak septum yakni jaringan tulang rawan yang memisahkan dua saluran hidung. Kondisi ini dapat membuat sulit bernapas melalui salah satu lubang hidung. Kemungkinan Anda akan mengalami lebih banyak hidung tersumbat, mimisan, mendengkur, dan sinus. Dan juga menyebabkan nyeri pada wajah. Meski biasanya dibutuhkan istirahat, pada kasus-kasus serius perlu operasi.

5. Masalah TMJ

Sendi temporomandibular (TMJs) menghubungkan rahang bawah ke tengkorak tepat di bawah telinga. Sendi ini dapat terluka karena kecelakaan, mengunyah terlalu keras atau sering menggeretakkan gigi. Saat makan dapat menyakitkan dan terasa seperti terkunci. Rasa sakitnya dapat menyebar dari sendi ke wajah. Walaupun sakitnya dapat hilang, dokter mungkin menyarankan obat-obatan, terapi fisik, atau operasi.

6. Herpes Zoster

Setelah terkena cacar, virus tetap ada di tubuh dan muncul kembali sebagai ruam yang menyakitkan dan melepuh. Cacar api atau herpes zoster akan menimbulkan ruam di perut, dada, atau punggung, tetapi dapat juga di wajah. Saat ruam membentuk lepuh merah berisi cairan akan terasa gatal dan terbakar. Sakit bahkan dapat bertahan setelah ruam sembuh. Vaksin dapat membantu mencegah herpes zoster atau mengurangi gejala Anda.
 
11 Penyebab Nyeri di Wajah
(Salah satu penyebab wajah Anda terasa sakit adalah Trigeminal Neuralgia. Pembuluh darah atau tumor mendorong saraf trigeminal di pangkal otak dan membloknya. Foto: Ilustrasi. Pexels.com)

7. Kanker mulut

Kanker mulut dapat memengaruhi bibir, gusi, lidah, atap mulut, lapisan pipi, atau langit-langit mulut. Tumor di area ini dapat menyebabkan tekanan, luka, bengkak, dan nyeri yang memengaruhi area wajah dan tidak akan hilang. Perokok lebih berisiko terkena penyakit ini. Penanganannya dengan operasi, kemoterapi, radiasi, atau beberapa kombinasi terapi.

8. Sakit kepala cluster

Sakit kepala yang tiba-tiba ini dapat menyebabkan rasa sakit yang serius di satu sisi kepala dan wajah. Puncaknya sekitar 5-10 menit setelah dimulai, seringkali pada waktu yang sama setiap hari.

9. Abses gigi

Abses gigi adalah terbentuknya benjolan berisi nanah pada gigi. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Salah satu gejalanya adalah nyeri pada gigi, yang dapat menyebar ke rahang dan telinga. Selain itu, gusi dan wajah Anda bisa menjadi merah, bengkak, dan lunak saat disentuh.

10. Infeksi kelenjar air liur

Tanda dari infeksi kelenjar air liur adalah benjolan yang menyakitkan di area pipi atau sekitar dagu. Anda juga dapat mengalami demam, kedinginan, dan rasa tidak enak di mulut. Penyakit ini umumnya menyerang orang berusia 65 tahun ke atas dan mereka yang tidak menjaga kebersihan mulut. Penanganan untuk infeksi kelenjar air liur adalah dengan pemberian antibiotik.

11. Arteritis sel raksasa (giant cell arteritis/GCA)

GCA adalah kondisi peradangan pada lapisan arteri. Kondisi ini menyebabkan arteri di kepala dan kulit kepala Anda meradang. Selain itu, GCA dapat menyebabkan rasa sakit yang serius di sekitar pelipis dan di kedua sisi wajah Anda. Anda juga bisa mengalami demam serta penurunan berat badan.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif