FITNESS & HEALTH

Fistula Perianal, Penyakit yang Dialami Nadiem Makarim hingga Operasi 5 Kali

Aulia Putriningtias
Selasa 19 Mei 2026 / 10:10
Ringkasnya gini..
  • Nadiem Makarim dikabarkan menjalankan operasi kelima dari masalah kesehatan fistula perianal.
  • Gejala dari penyakit ini bervariasi, tergantung terhadap lokasi dan tingkat keparahan.
  • Ketika abses pecah atau mengering, terkadang tertinggal saluran kecil.
Jakarta: Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, dikabarkan menjalankan operasi kelima dari masalah kesehatan fistula perianal. Kabar ini disampaikan oleh istri, Franka Makarim melalui Instagram.

"Kemarin hari dimulai di pengadilan. Malam tadi, Nadiem masuk ke meja operasi untuk kelima kalinya. Di antara dua momen itu, kami hanya bisa berdoa," tulis Franka yang diunggah 14 Mei 2026 lalu.

Kondisi ini membuat masyarakat cukup bertanya-tanya, apakah penyakit ini mengerikan hingga perlu operasi sebanyak lima kali? Inilah hal-hal yang perlu kamu ketahui mengenai fistula perianal.

Mengutip dalam National Health Service (NHS), fistula perianal adalah saluran kecil abnormal yang terbentuk di antara ujung usus besar dan kulit di sekitar anus. Kondisi ini umumnya muncul akibat infeksi di area anus yang menyebabkan terbentuknya abses atau kumpulan nanah di jaringan sekitar.

Ketika abses pecah atau mengering, terkadang tertinggal saluran kecil, kemudian berkembang menjadi fistula. Kondsi ini dapat menyebabkan rasa nyeri berkepanjangan, bahkan hanya sering tidak dapat sembuh sendiri tanpa bantuan medis.

Ada beberapa alasan mengapa fistula perianal dapat terjadi, antara lain:
- Infeksi kelenjar anus yang berulang atau kronis.
- Abses perianal yang tidak tertangani dengan baik.
- Penyakit Crohn, yakni radang usus kronis yang menyebabkan tukak dan peradangan di saluran pencernaan, termasuk area perianal.
- Komplikasi setelah operasi di area anus.
- Kondisi lain tetapi lebih jarang, seperti tuberkulosis, infeksi menular seksual, atau divertikulitis.

Apa saja gejala dari fistula perianal


Mengutip dalam Halodoc, gejala dari penyakit ini bervariasi, tergantung terhadap lokasi dan tingkat keparahan. Namun, ada beberapa gejala umum yang bisa menjadi pertimbangan kamu untuk waspada, antara lain:

- Nyeri terus-menerus di sekitar anus, terutama saat duduk, buang air besar, atau batuk.
- Kulit di sekitar anus tampak kemerahan dan bengkak akibat peradangan.
- Keluarnya nanah atau darah dari lubang di dekat anus.
- Terbentuknya benjolan yang nyeri di sekitar area anus.
- Iritasi kulit di sekitar anus akibat keluarnya cairan.
- Demam, menggigil, atau kelelahan, terutama saat terjadi infeksi parah.
 

Bagaimana cara mencegah fistula perianal?


Kasus fistula perianal sebenarnya tidak semua dapat dicegah. Namun, kamu bisa tetap berfokus untuk penanganan abses perianal secara cepat dan tepat, antara lain:
 

1. Segera atasi abses perianal


Jika kamu merasakan timbul benjolan nyeri di sekitar anus, segera konsultasikan kepada dokter.
 

2. Jaga kebersihan area anus


Kamu perlu menjaga area perianal tetap bersih dan kering untuk membantu mencegah infeksi.
 

3. Konsumsi makanan berserat


Perlunya diet tnggi serat dan asupan cairan cukup untuk membantu menjaga tinja tetap lunak dan mengurangi konstipasi.
 

4. Hindari mengejan berlebihan


Mengejan saat buang air besar dapat meningkatkan tekanan di area anus dan berpotensi memicu masalah.
 

5. Penanganan penyakit penyerta


Penyakit seperti Crohn atau radang usus lainnya memerlukan pengelolaan penyakit yang efektif untuk mengurangi risiko komplikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH