Forum AWMUN XIV di Maldives. Dok IGN
Forum AWMUN XIV di Maldives. Dok IGN

Keren! Delegasi Muda 8 Negara Adu Gagasan Pecahkan Krisis Kesehatan dan Politik Global

Ilham Pratama Putra • 19 Mei 2026 10:14
Ringkasnya gini..
  • Forum AWMUN XIV di Maldives mempertemukan delegasi muda dari delapan negara untuk membahas isu kesehatan global dan perlindungan hak politik.
  • Pemerintah Maldives menekankan pentingnya generasi muda memiliki kemampuan diplomasi, empati, dan kerja sama lintas negara menghadapi krisis dunia.
  • Konferensi ini menghadirkan dua forum utama, yakni WHO tentang penyakit menular dan UNHRC terkait hak politik serta demokrasi.
Jakarta: Isu kesehatan global hingga perlindungan hak politik menjadi perhatian utama dalam forum diplomasi internasional Asia World Model United Nations (AWMUN) XIV di Maldives. Forum ini mempertemukan delegasi muda dari delapan negara untuk mendiskusikan tantangan dunia sekaligus melatih kemampuan negosiasi dan kepemimpinan global.
 
Dalam forum tersebut, pemerintah Maldives menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menghadapi krisis dunia yang semakin kompleks. Pesan itu disampaikan melalui pidato Presiden Maldives yang dibacakan Menteri Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Maldives, Abdulla Rafiu.
 
"Kepemimpinan di era modern tidak bisa dibangun secara individual. Melainkan harus berlandaskan kepedulian dan kerja sama lintas negara," ujar Rafiu dalam keterangan tertulis, Selasa 19 Mei 2026.

Menurut dia, generasi muda tidak boleh meremehkan kemampuan mereka dalam menciptakan perubahan. Di samping itu, generasi muda harus berani mengambil tindakan nyata.
 
"Generasi muda harus percaya bahwa mereka mampu membawa perubahan,” ujar Rafiu.
 
Baca juga: Satu Dekade International Global Network Tumbuhkan Mimpi Generasi Muda

Hal senada disampaikan Menteri Luar Negeri Maldives, Iruthisham Adam. Menurut dia, keterampilan diplomasi dan negosiasi menjadi kemampuan penting di tengah era keterbukaan informasi.
 
Ia mengatakan forum seperti AWMUN menjadi ruang pembelajaran yang relevan karena peserta tidak hanya belajar berbicara di forum internasional. Forum ini juga dapat membangun empati dan kemampuan mendengarkan sudut pandang berbeda dari berbagai negara.
 
“Kemampuan untuk berbeda pendapat tanpa saling merendahkan adalah keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan generasi muda,” kata Iruthisham.
 
Dalam konferensi tersebut, peserta dibagi ke dalam dua forum utama. Forum pertama adalah Dewan World Health Organization (WHO) yang membahas pencegahan penyebaran penyakit menular di ruang publik untuk peserta usia 11–14 tahun. 
 
Kedua, terdapat forum United Nations Human Rights Council (UNHRC). Forum ini mendiskusikan perlindungan hak politik dan pencegahan penahanan sewenang-wenang dalam proses pemilu bagi peserta usia 15 tahun ke atas.
 
Presiden International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, mengatakan AWMUN dirancang bukan sekadar konferensi simulasi PBB. Tetapi wadah pengembangan kapasitas generasi muda agar siap tampil di panggung global.
 
Menurut dia, peserta didorong aktif terlibat dalam setiap agenda agar tidak hanya hadir sebagai peserta. Tetapi juga mengalami transformasi kemampuan kepemimpinan dan komunikasi internasional.
 
AWMUN XIV Maldives berlangsung pada 15–19 Mei 2026 dengan tema Tides of Tomorrow: Reimagining Global Leadership for a World in Peril. Kegiatan ini menjadi kali pertama AWMUN diselenggarakan di Maldives.
 
Forum tersebut diselenggarakan oleh International Global Network (IGN), organisasi pendidikan internasional yang berfokus pada pengembangan generasi muda melalui berbagai program internasional. Sejak 2016, IGN disebut telah menyelenggarakan lebih dari 60 program internasional yang diikuti pemuda dari berbagai negara.
 
Selain AWMUN, IGN juga memiliki program Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN). Konferensi berikutnya, AYIMUN ke-21, dijadwalkan berlangsung pada 26–29 Juni 2026 di Bangkok, Thailand.
 
Baca juga: Dihadiri 35 Negara, AYIMUN 19th Jadi Magnet 800 Peserta Muda di Asia-Pasifik

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA