Didirikan sepuluh tahun lalu, IGN berangkat dari satu keyakinan sederhana dan terus menguat: mimpi generasi muda tidak boleh dibatasi oleh geografi, latar belakang, maupun akses.
Pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas dan kepemimpinan tidak lahir dari teori semata.
Apabila anak muda dibimbing dengan tepat, mereka mampu membawa perubahan nyata bagi dunia. “Sepuluh tahun ini bukan hanya tentang apa yang telah kami capai, tetapi tentang jutaan mimpi anak muda yang tumbuh bersama kami, “ ujar President of International Global Network, Muhammad Fahrizal, di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Selama sepuluh tahun terakhir, IGN berkembang bukan sebagai sebuah kegiatan, melainkan sebagai organisasi pendidikan internasional. Melalui berbagai program pengembangan, termasuk konferensi Model United Nations (MUN), akademi, dan pelatihan kepemimpinan, IGN membangun sistem pembelajaran yang menekankan pemikiran kritis, komunikasi terstruktur.
Termasuk kolaborasi lintas budaya, serta kepemimpinan yang bertanggung jawab bagi pelajar.
Dalam ruang-ruang belajar IGN, para pelajar yang menjadi delegasi tidak hadir sebagai orang asing. Melainkan sebagai kolaborator.
"Di sanalah banyak dari mereka pertama kali berdiri di depan ratusan orang, mendiskusikan isu global, bernegosiasi, dan memahami bahwa kepemimpinan sejati ditentukan oleh karakter, bukan posisi," ujar Fahrizal.
Dalam satu dekade perjalanannya, konferensi IGN telah diselenggarakan di berbagai negara dan mempertemukan ribuan delegasi pelajar dari Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika, Australia dan wilayah lainnya. Kesempatan ini pula yang ditawarkan bagi pelajar di Indonesia.
"Banyak di antara mereka yang datang dengan rasa ragu dan keterbatasan kepercayaan diri, namun pulang dengan keyakinan bahwa suara dan gagasan mereka berarti. Kini, alumni IGN tumbuh menjadi pemimpin organisasi sekolah, penerima beasiswa, mentor, relawan, hingga pembicara di forum nasional dan internasional," sebut dia.
Perayaan satu dekade ini bukan sekadar refleksi perjalanan. Tetapi juga penegasan komitmen IGN terhadap masa depan pendidikan global.
Dalam momentum ini, IGN secara resmi meluncurkan AYIMUN Chapter, sebuah inisiatif Model United Nations berbasis regional yang dirancang untuk membawa pengalaman MUN lebih dekat kepada para pelajar di komunitas tempat mereka tumbuh. Dengan skala regional, AYIMUN Chapter menghadirkan lingkungan pembelajaran yang lebih intim, berkelanjutan, dan berbasis mentorship.
Program ini memungkinkan peserta terlibat dalam simulasi diplomasi, membahas isu-isu regional maupun global yang relevan. Sekaligus mempersiapkan mereka untuk melangkah lebih percaya diri ke panggung nasional dan internasional.
Sebagai bagian dari ekspansi global di dekade berikutnya, IGN juga mengumumkan penyelenggaraan konferensi internasional di dua lokasi strategis dunia, yakni Maladewa dan Geneva.
Di Maladewa, Asia World Model United Nations (AWMUN) direncanakan diselenggarakan dengan dukungan Pemerintah Maladewa dan dijadwalkan dihadiri oleh His Excellency Mohamed Muizzu, President of the Maldives. Konferensi ini diharapkan menjadi pengalaman diplomasi yang tidak hanya simbolis, tetapi juga bersejarah, dengan latar alam yang menghadirkan perspektif baru dalam diskusi isu-isu global.

International Global Network (IGN). Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Sementara itu, AYIMUN Geneva akan diselenggarakan di Palais des Nations, pusat diplomasi dunia dan tempat berlangsungnya berbagai pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui pengalaman ini, generasi muda akan berlatih mengambil peran dalam ruang yang selama ini menjadi tempat lahirnya keputusan-keputusan global.
"Dua lokasi dengan karakter berbeda, namun satu visi yang sama, menghadirkan pendidikan diplomasi yang lebih dekat, nyata, dan bermakna bagi generasi pemimpin masa depan. Dekade berikutnya adalah tentang memperluas dampak, bukan hanya mencetak delegasi yang siap berbicara, tetapi melahirkan pemimpin yang siap berkontribusi mulai dari daerahnya, untuk dunia,” ujar Fahrizal.
Salah satu siswa SMA Labschool Jakarta, Chaira Wimala, peserta AYIMUN 19 di Bangkok menuturkan IGN memberikan dampak terhadap berbagai persiapan yang ia lakukan. Pengalaman mengikuti AYIMUN telah membuka relasinya di tingkat global.
"Dari sini bukkan hanya untuk meningkatkan kapasitas diri secara personal untuk sidang, diskusi, berpendapat tapi juga setelahnya kami mendapat teman-teman dari berbagai negara untuk memperkuat kami dalam taraf global," ujar Chaira.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News