BPOM Tegaskan Susu Kental Manis bukan Susu

Sri Yanti Nainggolan 06 Juli 2018 13:30 WIB
susu kental manis
BPOM Tegaskan Susu Kental Manis bukan Susu
Kandungan gizi SKM juga lebih rendah dibandingkan jenis susu lainnya. Kalsium dan protein dalam SKM lebih rendah dibandingkan susu bubuk atau susu segar. (Foto: Katlyn Boone/Unsplash.com)
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa susu kental manis (SKM) bukan susu karena tak mengandung padatan susu, melainkan gula dan zat perasa susu. 

Dalam klarifikasi yang diunggah pada 5 Juli 2018 yang tertuang dalam "Penjelasan BPOM RI Tentang Susu Kental Manis (SKM)" dalam laman resmi Pom.go.id, BPOM menjelaskan bahwa kategori susu kental dan analognya (termasuk SKM) berbeda dengan jenis susu cair dan produk susu. 

Karakteristik jenis SKM adalah kadar lemak susu tidak kurang dari 8 persen dan kadar protein tidak kurang dari 6,5 persen (untuk plain). 


Susu kental dan analog lainnya memiliki kadar lemak susu dan protein yang berbeda yang tidak dapat menggantikan produk susu dari jenis lain sebagai penambah atau pelengkap gizi.

(Baca juga: BPOM Diminta Berikan Penjelasan Terkait Temuan Susu Kental Manis)


(BPOM menyarankan penggunaan SKM untuk topping dan pencampur pada makanan atau minuman (roti, kopi, teh, cokelat, dan lain-lain). Foto: Monika Grabkowska/Unsplash.com)

BPOM menyarankan penggunaan SKM untuk topping dan pencampur pada makanan atau minuman (roti, kopi, teh, cokelat, dan lain-lain).  

Selain itu, BPOM juga melarang penggunaan gambar atau video anak-anak dalam iklan produk kental manis karena konsumsi produk kental manis secara berlebihan dinilai membahayakan. 

Berdasarkan hasil pengawasan BPOM RI, terdapat tiga iklan SKM di tahun 2017 yang tidak memenuhi ketentuan karena mencantumkan pernyataan produk berpengaruh pada kekuatan/energi, kesehatan dan klaim yang tidak sesuai dengan label yang disetujui. Iklan tersebut sudah ditarik dan tidak ditemukan di peredaran.

SKM sendiri mengandung gula sebanyak 40-50 persen. Kadar gula yang tinggi pada kental manis meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak dimana asupan gula yang berlebihan akan merusak gigi anak. 

Kandungan gizi SKM juga lebih rendah dibandingkan jenis susu lainnya. Kalsium dan protein dalam SKM lebih rendah dibandingkan susu bubuk atau susu segar. 






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id