Meskipun terlihat mirip, sebenarnya kental manis dan susu evaporasi memiliki perbedaan dan kegunaan. (Foto Dok/Ilustrasi: Pixabay/Pexels
Meskipun terlihat mirip, sebenarnya kental manis dan susu evaporasi memiliki perbedaan dan kegunaan. (Foto Dok/Ilustrasi: Pixabay/Pexels

Selamat Pagi Indonesia

Memahami Kandungan Nutrisi pada Produk Makanan, Ini Saran Ahli Nutrisi

Rona BPOM nutrisi susu kental manis kental manis
MetroTV • 14 September 2021 14:59
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan instruksi terkait larangan mengonsumsi susu kental manis (SKM) dengan cara diseduh. Ahli Nutrisi Tan Shot Yen pun meminta masyarakat tidak sekadar menjadikan SKM sebagai makanan rekreasi.
 
"Fungsi susu kental manis ini cuma untuk ramai-ramai saja. Jadi ngeri adalah apabila makanan ini dianggap lumrah walaupun tidak dipakai untuk bikin susu,” ujar Yen dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV pada Selasa, 14 September 2021.
 
Sebelumnya, seorang anak di Kendari, Sulawesi Tenggara disebut mengalami gizi buruk akibat rutin mengonsumsi SKM dengan cara diseduh. Yen menjelaskan, pemberian SKM sebagai susu utama bagi anak merupakan tindakan yang tidak benar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anak yang diganti susu formula, permasalahannya bukan hanya sekadar mengganti air susu ibu (ASI) tapi justru akan menimbulkan banyak masalah," kata Yen.
 
Yen menerangkan, kandungan gula pada SKM dapat memberikan berbagai dampak bagi tubuh. Ia menambahkan, dampak seperti rasa kenyang yang palsu, kecanduan, obesitas, dan keropos tulang berpotensi menyerang kesehatan para anak.
 
"Makanan yang manis akan memberikan rasa kenyang. Anak tidak mau lagi makanan yang lain atau kudapan yang lainnya, harus pakai susu kental manis," jelas Yen.
 
Bahkan, World Health Organization (WHO) menekankan, konsumsi gula pada orang dewasa tidak lebih dari 25 gram dalam sehari. Yen menegaskan, para orang tua harus mengkhawatirkan faktor kegemukan pada anak akibat konsumsi gula yang berlebihan.
 
"Seperti diabetes usia dini. Orang tua zaman sekarang suka anaknya gemuk, tapi tidak mengerti stunting itu apa,” terang Yen.
 
Ahli nutrisi ini mengingatkan, masyarakat untuk tak henti meningkatkan literasi terkait kandungan nutrisi dan gizi dalam setiap makanan, termasuk SKM. Peningkatan karbohidrat seperti dinilai jauh lebih penting.
 
"Gula tidak sama sekali ada angka kecukupan gizi (AKG)-nya, kalau kita lihat ingredients di makanan kalengan, AKG-nya selalu dikosongkan karena memang tubuh kita tidak butuh,” ucapnya. (Nadia Ayu)
 
(MBM)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif