Penemuan yang dipublikasi dalam Journal of Nutritional Biochemistry tersebut menyebutkan bahwa konsumsi asam omega 6 yang tinggi dapat meningkatkan perilaku malas bergerak pada masa pra-remaja. Asam omega 6 banyak terdapat pada biji-bijian, kacang-kacangan, dan minyak sayur seperti minyak kedelai.
"Studi kami menunjukkan bukti baru bahwa pola makan PUFA berkaitan dengan perilaku malas bergerak pada pra-remaja dan meningkatkan risiko diabetes pada wanita dewasa," ujar Sanjoy Ghosh, profesor di University of British Columbia–Okanagan, Kanada.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
.jpg)
Studi tersebut memeriksa data dari 21 negara di Eropa yang melihat hubungan antara pra-remaja perempuan dan kadar glukosa darah pada wanita dewasa.
(Baca juga: Konsumsi Suplemen Asam Lemak Omega-3 Saat Hamil Kurangi Risiko Asma pada Anak)
Mereka menemukan adanya korelasi signifikan terkait perilaku malas bergerak pada anak perempuan berusia 11 tahun. Namun, pola makan asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA) tak menimbulkan efek serupa.
"Data ini sangat signifikan dimana tak ada yang tahu bagaimana hubungannya sehingga yang perlu kita lakukan saat ini adalah pencegahan," tambahnya.
Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa lemak jenuh berhubungan dengan penyakit jantung. Oleh karena itu, peralihan jenis lemak pun dilakukan dengan berfokus pada jenis PUFA dan MUFA.
Segala jenis makanan yang biasa dikonsumsi keseharian, seperti keripik kentang, kerupuk, atau makanan yang digoreng; disarankan menggunakan asam lemak yang kaya akan PUFA dan MUFA.
"Jika seseorang mulai berolahraga dan mengurangi jenis makanan tersebut, terutama jenis PUFA, maka mereka tak akan jadi malas," demikian menurut Ghosh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
