dr. Yassin Yanuar, MIB, SpOG. (foto:MTVN/Sri Yanti)
dr. Yassin Yanuar, MIB, SpOG. (foto:MTVN/Sri Yanti)

Pahami Usia Kronologis dan Biologis Pada Reproduksi Wanita

Rona kesehatan
Sri Yanti Nainggolan • 22 Desember 2015 19:33
medcom.id, Jakarta: Usia reproduksi jelas mempengaruhi peluang kehamilan seorang wanita. Ada dua jenis usia reproduksi yang bisa mempengaruhinya yaitu usia kronologis dan usia biologis.
 
Usia kronologis adalah usia berdasarkan tanggal lahir atau kehidupan intra uteri. Sedangkan usia biologis adalah usia yang menggambarkan cadangan ovarium atau sel telur yang dimiliki.
 
"Usia kronologis tidak selalu sama dengan usia biologis, bisa jadi lebih muda atau lebih tua. Banyak faktor yang mempengaruhi. Bisa saja seseorang yang berusia kronologis 25 tahun memilik usia biologis 35 tahun," ujar dr. Yassin Yanuar, MIB, SpOG dalam seminar media SMART IVF Indonesia: Klinik Bayi Tabung Dari dan Untuk Indonesia di Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usia kronologis memang memegang peran penting dalam prediksi fertilitas dan respon ovarium. Namun, usia biologis juga tidak bisa disepelekan. Faktor genetik dan lingkungan memberikan kontribusi terhadap penuaan ovarium yang yang menyebabkan cadangan ovarium berkurang.
 
Di usia 30-35 tahun, fertilitas wanita akan mengalami penurunan di samping faktor lain seperti penundaan usia pernikahan, mendahulukan karir dan pendidikan, serta faktor kesehatan mental yang tak baik. Hal inilah yang perlu diperhatikan wanita agar lebih matang dalam hal persiapan memiliki anak, yaitu usia kronologis maupun biologis. 
 
Ketika usia telah mencapai 35 tahun, baik kronologis maupun biologis, maka fertilitas akan mengalami penurunan yang cukup drastis.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(LOV)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif