Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Jangan Abaikan Kesehatan Jantung saat Wabah Covid-19

Rona Virus Korona kesehatan jantung virus corona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 20 Mei 2020 14:04
Jakarta: Pandemi covid-19 (new coronavirus) telah menimbulkan berbagai dampak di bidang kesehatan. Termasuk, gangguan emosi seperti stres, cemas, hingga depresi berlebih, maupun efek yang lebih luas di bidang sosial ekonomi.
 
Sementara beberapa bulan terakhir masyarakat dikejutkan dengan beberapa tokoh terkenal di Indonesia yang meninggal mendadak karena penyakit fatal seperti penyakit jantung. Penyakit ini dikenal sebagai salah satu gangguan kesehatan yang mematikan dan bisa menyerang tiba-tiba meski tanpa keluhan. Sehingga dijuluki sebagai silent killer.
 
Sebab, seringkali gejala penyakit jantung tidak bisa dikenali dengan mudah. Meskipun, ada penderita sakit jantung yang sudah mengalami berbagai keluhan khas seperti nyeri dada, berdebar, sesak napas atau pingsan berulang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akan tetapi, tak jarang penderitanya memiliki gejala ringan tanpa disadari atau bahkan tidak merasakan gejala sama sekali. Padahal, bisa saja, mereka sudah memiliki risiko tinggi sakit jantung.
 
"Justru kondisi tanpa gejala ini cenderung lebih berbahaya. Hal ini dikarenakan penderita belum menyadari dirinya terkena gangguan jantung, sehingga perlu dilakukan pengenalan penyakit lebih lanjut melalui skrining atau penilaian faktor risiko," ujar dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dalam video conference.
 
Penilaian faktor risiko merupakan langkah yang penting untuk mendeteksi penyakit jantung pada tahapan awal sebelum berkomplikasi dan menimbulkan gejala. Mereka yang tergolong berisiko, yaitu usia lanjut, wanita pasca-menopause, faktor keturunan di keluarga, kegemukan, perokok, gangguan kolesterol, dan penderita dengan penyakit kronik lain seperti stroke, diabetes melitus, hipertensi, dan gangguan ginjal.
 
Terkait dengan masa-masa pandemi covid-19, masyarakat diimbau untuk meminimalkan kunjungan ke tempat umum termasuk rumah sakit, jika dalam kondisi tidak mendesak. Namun, selain mengkhawatirkan risiko penularan covid-19, masyarakat juga seharusnya memedulikan kondisi kesehatan lainnya.
 
Terlebih bagi para penderita penyakit jantung yang perlu melakukan kontrol secara rutin. Jika terjadi ketidakstabilan kondisi jantung, maka terapi optimal tetap harus dilakukan sesuai rekomendasi. Baik berupa perawatan intensif di rumah sakit maupun menjalani berbagai prosedur penting. Seperti kateterisasi jantung dan intervensi koroner, serta operasi bedah jantung, sesuai dengan kondisi masing-masing.
 
"Kita tak boleh abai dalam memantau kesehatan jantung sendiri, karena penyakit yang menyerang jantung termasuk penyakit serius yang kronik. Jadi, jangan takut berobat ataupun menjalani prosedur medis jika memang dibutuhkan sebelum terlambat," papar dr. Paskah, sapaannya.
 
Apabila memiliki kekhawatiran untuk datang ke rumah sakit, kata dr. Paskah, pasien penyakit jantung bisa melakukan konsultasi melalui layanan telekonsultasi dan home care secara digital di aplikasi seperti Zoom. Begitu juga bisa melakukan layanan telekonsultasi Siloam Hospitals, pasien dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi Aido Health.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif