Ilustrasi Kanker (Foto: Miguel A. Padrinan/Pexels)
Ilustrasi Kanker (Foto: Miguel A. Padrinan/Pexels)

Siapa Saja yang Berisiko Terkena Kanker Payudara?

Rona gaya kanker payudara
Kumara Anggita • 29 Oktober 2019 16:00
Jakarta: Kanker payudara merupakan sel di dalam jaringan payudara yang membelah diri secara tidak normal dan bersifat agresif. Tanda untuk mengetahuinya adalah dengan munculnya benjolan.
 
Menurut data Globocan 2018, kanker payudara termasuk dalam lima jenis kanker dengan insiden kematian di dunia. Di Indonesia, terdapat 348.809 orang penderita kanker baru dalam satu tahun. Di mana 58 ribu di antaranya adalah kanker payudara dan angka kematian akibat kanker ini mencapai 22.692.

Faktor Risiko

Berdasarkan fact sheet dari Indonesian Cancer Information and Support Center(CISC), orang yang berisiko terkena kanker payudara adalah antara lain:
 
1. Seorang perempuan
2. Usia lebih dari 50 tahun
3. Ada riwayat atau genetik keluarga yang memiliki kanker payudara
4. Memiliki riwayat penyakit payudara sebelumnya
5. Memiliki riwayat menstruasi dini di bawah 12 tahun atau menarche (menstruasi pertama) terlambat lebih fari 55 tahun
6. Tidak memiliki anak dan tidak menyusui
7. Hormonal
8. Obesitas
9. Konsumsi alkohol
10. Memiliki riwayat radiasi dinding dada
11. Faktor lingkungan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain perempuan, laki-laki juga berisiko terkena kanker payudara. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak perempuan. Namun pada umumnya, kanker payudara pada laki-laki justru lebih ganas.

Prevensi dan deteksi dini

Ada tiga bentuk pencegahanan yaitu pencegahan primer, sekunder, dan tersier.
 
Pencegahan Primer
Pencegahan primer adalah upaya awal yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau meniadakan faktor-faktor risiko yang diduga sangat erat kaitannya dengan peningkatan insiden kanker payudara. Bentuk pencegahan dapat dilakukan dengan mengendalikan faktor-faktor risiko. Seperti berolah raga secara teratur, makan makanan sehat, menghindari alkohol, dan tidak merokok.
 
Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder adalah pemeriksaan atau usaha untuk menemukan abnormalitas yang mengarah pada kanker payudara. Semakin lanjut kondisi kanker terdeteksi, maka tingkat keberhasilan terapi semakin rendah.
 
Pencegahan Tersier
Pencegahan tersier dilakukan dalam kondisi sudah terkena kanker dan mencari pengobatan tepat. Dalam tahap ini, penting untuk tidak termakan berita bohong atau iklan produk atau layanan yang menyesatkan.
 
Menurut dokter bedah onkologi di RSCM, Jakarta, Dokter Sonar Soni Panigoro, banyak pasien kanker mencoba pengobatan alternatif, sebelum akhirnya kembali ke pengobatan medis dalam kondisi yang lebih parah.
 
Dengan pencegahan tersebut, kanker payudara jadi bisa diatasi. Karena itu, pastikan untuk mengecek kondisi payudara Anda sedini mungkin.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif