Namun, usai berkegiatan tersebut, tak jarang seseorang mengalami masalah di area gigi, seperti sakit pada rahang, dan tambalan gigi menjadi rusak. Hal tersebut terjadi karena dipengaruhi fluktuasi tekanan dalam air.
Keadaan ini kian diperparah oleh kebiasaan penyelam yang mengepalkan gigi mereka pada snorkel, atau karena stres saat baru belajar aktivitas menyelam.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Vinisha Ranna, dari University of Buffalo, mengatakan, “Potensi kerusakan gigi cenderung tinggi selama menyelam. Tekanan udara dan posisi canggung rahang yang mengepal pada snorkel adalah kombinasi yang menarik. Di dalam laut, gigi yang tidak sehat akan jauh lebih terasa nyerinya ketimbang saat di permukaan. Dengan keadaan gigi yang tidak sehat, seratus kaki di bawah permukaan laut, mungkin adalah tempat yang dapat membuat gigi Anda retak,” ujarnya, seperti dikutip Daily Mail.
Studi ini dilakukan melihat reaksi orang-orang saat menyelam. Dari 100 penyelam dewasa, terdapat diantaranya 41 orang yang melaporkan gejala sakit gigi. Orang tersebut mengalami barodontalgia, yaitu kondisi sakit gigi yang disebabkan oleh peningkatan tekanan di bawah air.
Penyelam tersebut melaporkan, jika pada kedalaman 33 kaki hingga 80 kaki, mereka mengalami nyeri di bagian gigi. Sebanyak 22 persen dari mereka yang disurvei melaporkan telah mengalami nyeri rahang. Dari hasil penelitian, bagian yang kerap mengalami nyeri yakni gigi Geraham, gigi di bagian belakang mulut.
Penelitian yang diterbitkan dalam British Dental Journal ini pun menyimpulkan bahwa para penyelam harus mempertimbangkan untuk konsultasi dokter gigi terlebih dahulu sebelum akhirnya terkena risiko yang tidak diinginkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
