Berikut ini adalah tingkatan dalam fetisisme. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Berikut ini adalah tingkatan dalam fetisisme. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Tingkatan dalam Fetisisme

Rona psikologi kesehatan mental
A. Firdaus • 30 Juli 2020 22:43
Jakarta: Jagat Twitter Kamis, 30 Juli 2020 ramai dengan sebuah Thread yang dituliskan pemilik akun Twitter mufis @m_fikris. Pemilik akun Twitter @m_fikris menjelaskan ia diminta untuk membungkus dirinya memakai kain jarik (kain panjang) oleh seseorang bernama Gilang. 
 
Awal ia tak menduga jadi korban pelecehan seksual melalui foto dan video, karena pasalnya mahasiswa bernama Gilang mengaku hal tersebut guna kepentingan riset. Dalam cerita pemilik akun Twitter mufis @m_fikris menyebutkan bahwa peristiwa yang dialaminya adalah fetish.
 
Haniva Hasna, M. Krim, seorang Kriminolog mengatakan bahwa fetishisme adalah ketertarikan seksual yang kuat dan berulang terhadap objek yang tidak hidup. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam fetishisme fokus seksualnya adalah benda-benda (seperti sepatu, sarung tangan, pakaian dalam, stocking, dll) yang berhubungan erat dengan tubuh manusia. Objeknya disebut fetish sedangkan penderitanya disebut fetishis.
 
Haniva memaparkan bahwa fetisisme pada umumnya dapat di terima oleh masyarakat selama tidak menimbulkan bahaya akibat kekerasan dan paksaan. 
 
Namun, sebaliknya akan menjadi masalah bila dilakukan dengan cara cara yang tidak layak, membuat pihak lain terluka baik fisik maupun psikis akibat perbuatan yang tergolong ekstrem.

Dan berikut ini adalah beberapa tingkatan dalam fetisisme:

1. Fetish tingkat pertama/pemuja (desire)

Fetish desire misalnya seorang pria mengidamkan wanita berpayudara besar, berambut lurus, berbibir tipis. Saat tidak mendapatkan hal tersebut tidak akan pula membawa masalah pada dirinya.

2. Fetish tingkat kedua/pecandu (cravers)

Fetish cravers adalah lanjutan dari pemuja, bisa pula disebut dengan “amat membutuhkan”. Bila kriteria fetish tidak ditemukan maka akan gagal mendapat kepuasan.

3. Fetish tingkat menengah

Fetish tingkat menengah mulai berbahaya karena fetishis akan melakukan apapun demi mendapatkan fethisnya, seperti menculik, menyiksa atau hal hal sadis lainnya.

4. Fetis tingkat empat/tingkat tinggi

Fetis tingkat empat/tingkat tinggi lebih sadis lagi karena fethisis tidak peduli dengan hal lain selain fetishnya. Misal seseorang fetish terhadap stocking yang dipakai seorang wanita dan atau menyukai bagian tubuh tertentu, maka dia akan mengejar wanita itu untuk mendapatkan fetishnya, tanpa mempertimbangkan pemilik bagian tubuh tersebut.

5. Fetish tingkat lima/fetis murderer

Pada level fetis murderer, fetisis akan rela membunuh, memutilasi demi mendapatkan fetish yang diinginkan. 
 

(TIN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif