Wanita yang sedang mengalami menopause juga cenderung menyimpan lebih banyak lemak perut dan kehilangan massa otot. (Foto: Pexels.com)
Wanita yang sedang mengalami menopause juga cenderung menyimpan lebih banyak lemak perut dan kehilangan massa otot. (Foto: Pexels.com)

Menjaga Berat Badan Stabil Setelah Menopause

Rona menopause
Torie Natalova • 25 Maret 2019 06:54
Menopause merupakan proses alami yang terjadi saat seorang wanita bertambah tua. Dan menjaga berat badan stabil setelah menopause tidak mudah. Ini menurut Amanda Horton karena kondisi tersebut disebabkan kadar estrogen yang rendah selama menopause sehingga dapat mengubah keseimbangan kadar leptin dan ghrelin. 
 

 
Jakarta:
Saat wanita sedang menjalani masa menopause atau sudah melewatinya, menurunkan berat badan terasa lebih sulit dilakukan. Rata-rata wanita mengalami kenaikan ebrat badan sekitar 1 kg per tahun di usia 50-60 an.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dokter kandungan Amanda Horton, kondisi tersebut disebabkan kadar estrogen yang rendah selama menopause sehingga dapat mengubah keseimbangan kadar leptin dan ghrelin. Masalah tiroid, stres, masalah tidur dan obat-obatan tertentu juga dapat berkontribusi terhadap penambahan berat badan.
 
Wanita yang sedang mengalami menopause juga cenderung menyimpan lebih banyak lemak perut dan kehilangan massa otot. Namun, ada beberapa hal yang dapat membantu menurunkan berat badan pascamenopause dan mengimbangi gejala estrogen menurun seperti berikut ini.

1. Latihan interval

Beberapa studi menunjukkan latihan interval intensitas tinggi (HIIT) dapat meningkatkan kekuatan secara keseluruhan dan meningkatkan daya tahan tubuh. HIIT terbukti efektif membakar lemak dan membangun otot daripada latihan kardio.

2. Angkat beban

Kadar estrogen yang rendah selama menopause mempersulit pembentukan otot. Angkat beban dapat membuat otot bergerak aktif seca metabolik sehingga dapat membakar lebih banyak kalori daripada lemak.
 
Menjaga Berat Badan Stabil Setelah Menopause
(Hindari mengonsumsi makanan cepat saji. Dan perbanyak makan banyak buah dan sayuran dapat membantu mengelola gejala menopause seperti hot flashes dan keringat di malam hari. Foto: Pexels.com)
 
(Baca juga: Bagaimana Menopause Dapat Pengaruhi Kesehatan Rambut Anda?)

3. Perbanyak protein

Serat dan protein yang banyak dapat membuat perut kenyang lebih lama sehingga menghindari Anda ingin terus makan. Protein juga membantu menjaga massa otot seiring bertambahnya usia. Karena tubuh tidak dapat menyimpan protein, Anda harus mengonsumsinya setiap kali makan.

4. Perhatikan kalori Anda

Karena tingkat metabolisme menurun seiring bertambahnya usia, wanita perlu mengonsumsi rata-rata 200 kalori lebih sedikit daripada sebelum menopause.

5. Tetap terhidrasi

Rasa haus seringkali kurang tepat seiring pertambahan usia, sehingga Anda mudah untuk lupa minum air putih yang merupakan penekan nafsu makan alami.

6. Perbanyak sayuran dan buah

Makan banyak buah dan sayuran dapat membantu mengelola gejala menopause seperti hot flashes dan keringat di malam hari. Makan lebih banyak sayuran hijau juga membantu Anda mendapatkan serat 25-30 gram setiap hari. 
 
Selain membuat kenyang lebih lama, serat juga dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus yang memberi banyak manfaat kesehatan.

7. Kelola perubahan suasana hati

Selama menopause, 20 persen wanita menderita depresi yang dikaitkan dengan obesitas. Jika suasana hati Anda mengacaukan nafsu makan atau rutinitas olahraga Anda, kunjungi dokter atau terapis untuk mendapatkan terapi perilaku kognitif yang membantu mengatasi emosional makan serta depresi. 
 
Beberapa rumah sakit yang bisa Anda kunjungi antara lain Rumah Sakit Royal Taruma, RSCM - Kencana, Siloam Hospitals Kebon Jeruk.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif