FITNESS & HEALTH
Ini yang Perlu Kamu Persiapkan saat Pra dan Pascamenopause
A. Firdaus
Selasa 27 Januari 2026 / 18:32
- Perubahan tubuh menjelang menopause dapat terjadi secara bertahap maupun tiba-tiba.
- Menopause terjadi secara alami seiring bertambahnya usia.
- Kondisi ini umumnya terjadi pada usia 45–55 tahun.
Jakarta: Menopause merupakan fase alami dalam kehidupan seorang wanita yang menandai berakhirnya siklus menstruasi. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia 45–55 tahun.
Menopause bukan hanya ditandai dengan berhentinya menstruasi, tetapi juga disertai berbagai perubahan, baik fisik, psikologis, maupun seksual. Setelah menopause, Moms juga tidak lagi dapat mengalami kehamilan.
Perubahan tubuh menjelang menopause dapat terjadi secara bertahap maupun tiba-tiba. Masa transisi ini disebut perimenopause, yang biasanya dimulai pada usia sekitar 40 tahun dan dapat berlangsung selama beberapa tahun sebelum menstruasi benar-benar berhenti.
Menopause terjadi secara alami seiring bertambahnya usia akibat penurunan fungsi ovarium. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya produksi hormon estrogen dan progesteron, sehingga indung telur tidak lagi melepaskan sel telur dan siklus menstruasi pun berhenti.
Menurut dr. Rinto Riantori, Sp.OG (Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Premier Bintaro), persiapan yang tepat sejak masa pra-menopause dapat membantu Moms menjalani fase ini dengan lebih nyaman. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
Pada masa pra-menopause, kadar estrogen mulai menurun. Hal ini dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, perubahan suasana hati, hot flashes, serta gangguan tidur.
Konsumsi makanan yang kaya kalsium, vitamin D, dan protein penting untuk menjaga kesehatan tulang dan otot. Batasi makanan olahan, kafein berlebih, serta gula karena dapat memperburuk gejala menopause.
Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, yoga, atau latihan kekuatan membantu menjaga keseimbangan hormon, meningkatkan suasana hati, dan menurunkan risiko osteoporosis.
Perubahan hormon dapat memengaruhi kondisi emosional. Meditasi, konseling, atau berbagi cerita dengan keluarga dan teman dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.
Pemeriksaan rutin ke dokter kandungan diperlukan untuk memantau perubahan hormonal serta menentukan apakah terapi penggantian hormon (Hormone Replacement Therapy/HRT) atau terapi lain dibutuhkan.
Setelah menopause, menstruasi tidak lagi terjadi dan kadar estrogen menetap pada tingkat yang lebih rendah. Untuk menjaga kesehatan pascamenopause, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan meliputi:
Penurunan estrogen meningkatkan risiko pengeroposan tulang. Asupan kalsium dan vitamin D, disertai latihan beban secara rutin, sangat dianjurkan.
Risiko penyakit jantung meningkat setelah menopause. Menjaga pola makan rendah lemak jenuh, mengontrol tekanan darah, serta rutin berolahraga dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
Sebagian Moms masih mengalami hot flashes, gangguan tidur, atau perubahan suasana hati. Konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan terapi yang sesuai, baik terapi hormon maupun non-hormonal.
Pemeriksaan kesehatan seperti mamografi, tes kepadatan tulang, dan pap smear tetap penting untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.
Menjalani hobi, menjaga interaksi sosial, serta tetap aktif secara fisik dan mental dapat membantu meningkatkan kualitas hidup setelah menopause.
Pada umumnya, menopause adalah proses alami yang tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, segera konsultasikan ke dokter apabila muncul keluhan yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti perdarahan dari vagina selama perimenopause atau gejala menopause yang berat. Dokter dapat merekomendasikan berbagai pilihan terapi untuk membantu meredakan keluhan tersebut.
Persiapan menghadapi pra dan pascamenopause sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup wanita. Dengan menerapkan pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan rutin, serta mendapatkan dukungan dari tenaga medis dan keluarga, wanita dapat menjalani masa transisi menopause dengan lebih nyaman, sehat, dan percaya diri.
Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang sesuai, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Premier Bintaro. Pemeriksaan akan dilakukan oleh tim medis berpengalaman dengan metode yang sesuai dengan kondisimu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Menopause bukan hanya ditandai dengan berhentinya menstruasi, tetapi juga disertai berbagai perubahan, baik fisik, psikologis, maupun seksual. Setelah menopause, Moms juga tidak lagi dapat mengalami kehamilan.
Perubahan tubuh menjelang menopause dapat terjadi secara bertahap maupun tiba-tiba. Masa transisi ini disebut perimenopause, yang biasanya dimulai pada usia sekitar 40 tahun dan dapat berlangsung selama beberapa tahun sebelum menstruasi benar-benar berhenti.
Penyebab Menopause
Menopause terjadi secara alami seiring bertambahnya usia akibat penurunan fungsi ovarium. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya produksi hormon estrogen dan progesteron, sehingga indung telur tidak lagi melepaskan sel telur dan siklus menstruasi pun berhenti.
Persiapan Menghadapi Pra-Menopause
Menurut dr. Rinto Riantori, Sp.OG (Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Premier Bintaro), persiapan yang tepat sejak masa pra-menopause dapat membantu Moms menjalani fase ini dengan lebih nyaman. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
1. Memahami Perubahan Hormonal
Pada masa pra-menopause, kadar estrogen mulai menurun. Hal ini dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, perubahan suasana hati, hot flashes, serta gangguan tidur.
2. Menjaga Pola Makan Sehat
Konsumsi makanan yang kaya kalsium, vitamin D, dan protein penting untuk menjaga kesehatan tulang dan otot. Batasi makanan olahan, kafein berlebih, serta gula karena dapat memperburuk gejala menopause.
3. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, yoga, atau latihan kekuatan membantu menjaga keseimbangan hormon, meningkatkan suasana hati, dan menurunkan risiko osteoporosis.
4. Menjaga Kesehatan Mental
Perubahan hormon dapat memengaruhi kondisi emosional. Meditasi, konseling, atau berbagi cerita dengan keluarga dan teman dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.
5. Konsultasi dengan Dokter
Pemeriksaan rutin ke dokter kandungan diperlukan untuk memantau perubahan hormonal serta menentukan apakah terapi penggantian hormon (Hormone Replacement Therapy/HRT) atau terapi lain dibutuhkan.
Persiapan Menghadapi Pascamenopause
Setelah menopause, menstruasi tidak lagi terjadi dan kadar estrogen menetap pada tingkat yang lebih rendah. Untuk menjaga kesehatan pascamenopause, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Mencegah Osteoporosis
Penurunan estrogen meningkatkan risiko pengeroposan tulang. Asupan kalsium dan vitamin D, disertai latihan beban secara rutin, sangat dianjurkan.
2. Menjaga Kesehatan Jantung
Risiko penyakit jantung meningkat setelah menopause. Menjaga pola makan rendah lemak jenuh, mengontrol tekanan darah, serta rutin berolahraga dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
3. Mengatasi Gejala Sisa Menopause
Sebagian Moms masih mengalami hot flashes, gangguan tidur, atau perubahan suasana hati. Konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan terapi yang sesuai, baik terapi hormon maupun non-hormonal.
4. Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Pemeriksaan kesehatan seperti mamografi, tes kepadatan tulang, dan pap smear tetap penting untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.
5. Menjaga Kualitas Hidup
Menjalani hobi, menjaga interaksi sosial, serta tetap aktif secara fisik dan mental dapat membantu meningkatkan kualitas hidup setelah menopause.
Kapan Harus ke Dokter?
Pada umumnya, menopause adalah proses alami yang tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, segera konsultasikan ke dokter apabila muncul keluhan yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti perdarahan dari vagina selama perimenopause atau gejala menopause yang berat. Dokter dapat merekomendasikan berbagai pilihan terapi untuk membantu meredakan keluhan tersebut.
Persiapan menghadapi pra dan pascamenopause sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup wanita. Dengan menerapkan pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan rutin, serta mendapatkan dukungan dari tenaga medis dan keluarga, wanita dapat menjalani masa transisi menopause dengan lebih nyaman, sehat, dan percaya diri.
Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang sesuai, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Premier Bintaro. Pemeriksaan akan dilakukan oleh tim medis berpengalaman dengan metode yang sesuai dengan kondisimu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)