Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. (Foto: MI/Pius Erlangga)
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. (Foto: MI/Pius Erlangga)

Polemik PB Djarum, Menkes: Jangan Sampai Anak-anak Merokok

Rona PB Djarum vs KPAI
Sunnaholomi Halakrispen • 10 September 2019 18:34
Jakarta: Polemik PB Djarum masih berlanjut. Antara PB Djarum dan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) masih mencari jalan terbaik untuk keputusan selanjutnya.
 
Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek pun angkat suara soal polemik tersebut. "Kami (Kementerian Kesehatan RI) hanya membatasi, jangan sampai anak-anak itu merokok, karena kita tahu ini akan membahayakan kesehatan kita. Kita memberikan perlindungan," ujar Menteri Nila di The Sultan Hotel, Jakarta Selatan, Selasa, 10 September 2019.
 
Ia menekankan bahwa pihaknya akan menjaga dan melindungi anak-anak dari dampak negatif merokok. Sebab, anak-anak dalam hal ini sangat cepat merespons atau melihat bahkan meniru hal-hal yang membuat mereka tertarik. Pengemasan promosi yang menarik perhatian anak-anak itu yang bisa menjadi bahaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Coba dipikir anak-anak tertarik enggak kalau lihat gambar yang bagus. Jangan sampai anak-anak merokok," tandasnya.
 
Risiko anak-anak yang dikhawatirkan Nila ialah adanya penyakit yang terpapar sejak dini. "Jangan sampai anak-anak ini nantinya mendapat penyakit, nantinya repot lagi kita," imbuhnya.
 
Dampak promosi dalam bentuk iklan yang melibatkan anak-anak terhadap perilaku merokok anak pun dinilai tidak boleh. Sedangkan, terkait beasiswa audisi pencarian atlet bulu tangkis yang diadakan PB Djarum selama ini, Nila menyerahkannya kepada pihak yang bersangkutan.
 
"Itu kan urusan dia (PB Djarum) untuk pendidikan, tapi jangan mereka sampai mengimingkan memakai produknya," tutur dia.
 
Sementara itu, kata Nila, berdasarkan data dari Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018, perilaku merokok pada anak-anak mencapai angka 9,1 persen. Persentase tersebut meningkat dibandingkan Riskesdas tahun sebelumnya.
 
"Memang kami melihat anak-anak (yang mengonsumsi rokok) ini naik, dari 5 persen naik jadi 9,1 persen. Anak-anak ini menurut saya harus dilindungi dengan kita tentunya jangan diberikan infomasi dalam hal ini (merokok)," pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif