Cedera terkesan dekat dengan orang yang sering melakukan fisik dengan intensitas tinggi. (Foto: Rawpixels)
Cedera terkesan dekat dengan orang yang sering melakukan fisik dengan intensitas tinggi. (Foto: Rawpixels)

Osteoarthritis Kerap Melanda Usia Produktif

Rona kesehatan sendi
A. Firdaus • 14 Agustus 2019 08:18
Berdasarkan data dari RISKESDAS 2018, prevalensi penyakit sendi di Indonesia tercatat sekitar 7,3% dan osteoarthritis (OA) atau radang sendi merupakan penyakit sendi yang umum terjadi.
 

Jakarta: Penyakit sendi belakangan kerap melanda seseorang pada usia produktif. Tak jarang, bila penyakit sendi khususnya osteoarthritis dikabarkan sebagai salah satu penyebab tidak langsung berkurangnya produktivitas kerja.
 
Berdasarkan data dari RISKESDAS 2018, prevalensi penyakit sendi di Indonesia tercatat sekitar 7,3% dan osteoarthritis (OA) atau radang sendi merupakan penyakit sendi yang umum terjadi. Meski sering dikaitkan dengan pertambahan usia, atau dikenal sebagai penyakit degeneratif, penyakit sendi telah terjadi pada masyarakat di rentang usia 15 – 24 tahun (angka prevalensi sekitar 1,3%), angka prevalensi terus meningkat pada rentang usia 24 – 35 tahun (3,1%) dan rentang usia 35 – 44 tahun (6,3%).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memahami fenomena yang terjadi, Combiphar meluncurkan Joinfit, suplemen glukosamin dalam bentuk roller gel. Kami merasa perlu menginspirasi masyarakat Indonesia untuk terus bergerak tanpa takut menghadapi rintangan," ujar Evi K. Santoso, Vice President Marketing Consumer Intensive Care Combiphar.
 
Menurut Evi, penyakit sendi terutama osteoarhritis, sering dianggap sepele. Padahal ini merupakan salah satu rintangan dalam beraktivitas. Penyakit sendi yang tidak ditangani secara serius, dapat mengganggu kualitas hidup. Sejalan dengan data yang menyatakan bahwa osteoarthritis diperkirakan bakal menjadi penyebab ketidakberdayaan keempat di dunia pada 2020.
 
Permasalahan osteoarthritis kian dekat merambah penduduk usia produktif di Indonesia. Bahkan menurut data yang berkembang, Indonesia dinobatkan sebagai negara ketiga yang paling buruk keseimbangannya, antara kerja dan kehidupan. Rata-rata mencapai 14,3% penduduk usia produktif yang bekerja lebih dari 60 jam/minggu.
 
"Selain faktor genetik dan kelebihan berat badan, gaya hidup yang tidak sehat, kurang aktif bergerak, dan cedera merupakan faktor pendorong osteoarthritis pada usia produktif," ujar dr. Deasy Erika, Sp. KFR.
 
"Cedera terkesan dekat dengan orang yang sering melakukan fisik dengan intensitas tinggi, padahal cedera dapat terjadi saat kita melakukan kegiatan sehari-hari. Misalnya, cedera saat salah posisi mengangkat beban berat," terang dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif