Salat. DOK Freepik
Salat. DOK Freepik

Malam Nisfu Syaban 2026, Jadwal, Amalan, dan Doa yang Bisa Dipanjatkan

Renatha Swasty • 02 Februari 2026 16:57
Ringkasnya gini..
  • Para ulama menganjurkan umat Islam menjadikan malam Nisfu Syaban sebagai ajang refleksi diri atas amalan yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir.
  • Banyak umat Islam memanfaatkan malam Nisfu Syaban dengan melakukan zikir, taubat, memohon kesehatan, serta rezeki yang halal.
  • Terdapat beberapa amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Syaban, yakni perbanyak doa dan istigfar, membaca surat Yasin, salat sunah, dan puasa sunah.
Jakarta: Umat Islam di Indonesia tengah bersiap menyambut malam Nisfu Syaban yang jatuh pada Senin, 2 Februari 2026. Momen pertengahan bulan Syaban ini diyakini sebagai waktu yang sarat akan rahmat dan ampunan Allah SWT. 
 
Keutamaan malam Nisfu Syaban tidak hanya terletak pada curahan rahmat, tetapi juga sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Para ulama menganjurkan umat Islam menjadikan malam ini sebagai ajang refleksi diri atas amalan yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir.
 
Umat Islam meyakini pada malam Nisfu Syaban, catatan amal ibadah akan diserahkan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momen ini dengan melakukan zikir, taubat, memohon kesehatan, serta rezeki yang halal.

Bagi Sobat Medcom yang akan menjalankan ibadah di malam Nisfu Syaban, yuk simak jadwal, amalan, hingga doa yang bisa dipanjatkan berikut ini.

Kapan malam Nisfu Syaban?

Mengutip laman Baznas, malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada Senin, 2 Februari 2026 berdasarkan kalender Hijriah serta perhitungan hisab dan rukyatul hilal. Penetapan ini menjadi acuan penting bagi umat Islam di Indonesia, meski tanggal pasti di beberapa wilayah sedikit berbeda tergantung pada pengamatan hilal setempat.

Amalan yang dianjurkan

Untuk meraih keberkahan dengan maksimal, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan bagi umat Islam pada malam Nisfu Syaban. Berikut daftar amalannya yang dikutip dari laman baznas.go.id:

1. Memperbanyak doa dan istigfar

Umat Islam dianjurkan untuk membaca doa Nabi Adam AS atau doa-doa pendek yang diamalkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk memohon perlindungan dan ketenangan hati. 

2. Membaca surat Yasin

Tradisi membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali setelah Magrib sering dilakukan oleh umat Islam. Saat membaca Surat Yasin, niat yang dipanjatkan adalah memohon umur panjang yang berkah, ketetapan iman, serta keluasan rezeki.

3. Salat sunah dan qiyamul lail

Melaksanakan salat sunah atau qiyamul lail di malam Nisfu Syaban merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Salat malam merupakan sarana refleksi diri dan penyerahan diri yang tulus kepada Allah SWT.

4. Istigfar dan taubat

Mengamalkan istigfar dan taubat pada malam Nisfu Syaban berarti membersihkan hati dan jiwa dari segala dosa yang telah diperbuat secara sengaja maupun tidak disengaja. 

5. Puasa sunah

Melaksanakan puasa sunah merupakan amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. Puasa sunah dapat dilaksanakan adalah puasa sunah Nisfu Syaban pada 15 Syaban atau mengikuti rangkaian puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Syaban. 
 
Bagi Sobat Medcom yang ingin menjalankan puasa sunah Nisfu Syaban, ibadah tersebut dapat dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026 atau bertepatan dengan 15 Syaban 1447 H.

Doa malam Nisfu Syaban

Selain memperbanyak amalan pada malam Nisfu Syaban dengan membaca zikir dan Surah Yasin, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa berikut ini yang dilansir dari laman NU Online.
 
اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا (كَتَبْتَنِيْ) عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مَطْرُوْدِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا (شَقَاوَتِيْ) وَحِرْمَانَنَا  (وَحِرْمَانٍيْ) وَطَرْدَنَا (وَطَرْدٍي) وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا (َوَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ)، وَأَثْبِتْنَا (وَأَثْبِتْنِيْ) عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنَزَّلِ عَلَى نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” إِلَهَنَا (ِإِلَهِيْ) بِالتَّجَلِّيِ الأَعْظَمِ، فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ المُكَرَّمِ، الَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ، اِصْرِفْ عَنَّا (عَنِّيْ) مِنَ البَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوْبِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ 
 
Allahumma ya dzal manni wa la yumannu ‘alaika ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thawli wal in‘am, la ilaha illa anta zhahral lajina wa jaral mustajirina, wa ma’manal kha’ifin. Allahumma in kunta katabtana (katabtani) ‘indaka fi ummil kitabi asyqiya’a au mahrumana au mathrudina au muqattarina ‘alayna fir rizqi, famhullahumma bi fadhlika fi ummil kitabi syaqawatana (syaqawati), wa hirmanana (wa hirmani), wa thardhana (thardhani), waqtitara rizqina (waqtitara rizqi), wa atsbitna (wa atsbitni) ‘indaka fi ummil kitabi su‘ada’a marzuqina muwaffaqin lil khairat. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fi kitabikal munazzali ‘ala nabiyyikal mursali “Yamhullahu ma yasya’u wa yutsbitu wa ‘indahu ummul kitāb.” Ilahana (Ilahi), bit tajalil a‘zham fi laylatin nishfi min syahri Sya‘banal mukarrami, allati yufraqu fiha kullu amrin hakimin wa yubram, ishrif ‘anna ('anni) minal bala’i ma na‘lamu wa ma la na‘lamu, wa anta ‘allamul ghuyubi, bi rahmatika ya arhamar rahimin. Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallama.
 
Artinya: “Wahai Tuhan kami yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhan kami, jika Kau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang-orang celaka, sial, terbuang, atau orang-orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, keterbuangan, dan kesempitan rezeki kami/ku. Tetapkanlah kami/ku di sisi-Mu sebagai orang-orang yang mujur, murah rezeki, dan diberi taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh. Tuhan kami/ku, dengan penampakkan teragung pada malam pertengahan bulan Syaban yang mulia, yang mana diputuskan di dalamnya semua perkara yang bijak dan ditetapkan, palingkanlah dari kami musibah yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui. Sungguh Engkau maha mengetahui yang ghaib, wahai Tuhan yang maha pengasih. Allah bershalawat dan bersalam atas sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.”
 
Malam Nisfu Syaban bukan hanya tradisi tahunan, tetapi momen berharga untuk berhenti sejenak dan menata ulang hati. Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupan, malam ini menjadi pengingat untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga setiap doa yang dipanjatkan pada malam ini dapat dikabulkan dan membawa keberkahan menuju bulan Ramadan yang suci. 
 
Itulah informasi mengenai malam Nisfu Syaban 2026 beserta amalan dan doa yang bisa dilakukan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Sobat Medcom, ya! (Talitha Islamey)
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan