Bronkiolitis biasanya terjadi pada anak usia kurang dari 2 tahun. Pada sebagian besar anak, bronkiolitis dapat sembuh dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus bronkiolitis memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. (Foto: Caroline Hernandez/Unsp
Bronkiolitis biasanya terjadi pada anak usia kurang dari 2 tahun. Pada sebagian besar anak, bronkiolitis dapat sembuh dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus bronkiolitis memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. (Foto: Caroline Hernandez/Unsp

Kenali Brinkiolitis pada Anak-anak

Rona kesehatan
Raka Lestari • 28 Februari 2018 08:19
Jakarta: Bronkiolitis merupakan infeksi yang mengenai bagian saluran paru kecil yang disebut “bronkioli.” Bronkioli sendiri adalah saluran paru kecil tempat udara masuk dan keluar. Saat saluran bronkioli ini terinfeksi, maka saluran akan menjadi bengkak dan terisi lendir.
 
Bronkiolitis biasanya terjadi pada anak usia kurang dari 2 tahun. Pada sebagian besar anak, bronkiolitis dapat sembuh dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus bronkiolitis memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Penyebab utamanya adalah virus yang disebut “Respiratory Syncytial Virus” atau “RSV”.
 
Menurut dr. Robert Soetandio, SpA dari RS Awal Bros Tangerang, gejala awal bronchiolitis biasanya seperti commond cold yang diawali dengan hidung mampet atau berair, batuk ringan, panas tinggi, dan nafsu makan menurun. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun akan bertambah berat jika muncul gejala seperti nafas cepat atau gangguan nafas. "Pada bayi, tanda pertama kali yang muncul biasanya ada berhenti nafas 15 atau 20 detik," ujar dr Robert. Selain itu juga ada gejala wheezing atau bunyi whistling saat bernafas yang biasanya terjadi sekitar tujuh hari. 
 
Kenali Brinkiolitis pada Anak-anak
(Bronkiolitis biasanya terjadi pada anak usia kurang dari 2 tahun. Pada sebagian besar anak, bronkiolitis dapat sembuh dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus bronkiolitis memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Foto: Ksenia Makagonova/Unsplash.com)
 
(Baca juga: 5 Tanda Batuk yang Harus Diwaspadai)
 
Bayi yang mengalami bronkiolitis memerlukan perawatan di rumah sakit jika terjadi berhenti nafas, tampak biru atau pucat, merintih, nafas tampak berat dan susah, menurut dr. Robert kepada Medcom.id saat dihubungi Jumat, 23 Februari 2018 lalu. 
 
Terapi utama yang dilakukan untuk mengobati bronkiolitis adalah dengan mencukupi kebutuhan oksigen sehingga dokter atau perawat perlu menghisap lendir dari hidung pasien atau memberikan oksigen. 
 
"Dokter biasanya tidak memberikan antibiotik, karena bronkiolitis disebabkan virus, dan antibiotik tidak bekerja pada virus. Antibiotik hanya diberikan jika ada infeksi bakteri," katanya. 
 
Hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya bronkiolitis yang pertama adalah dengan mencuci tangan, baik itu sang anak atau pengasuh anak dengan menggunakan sabun dan air atau alkohol.  Kedua, hindari kontak dengan anak yang terkena bronkiolitis, dan yang ketiga dengan melakukan vaksinasi influenza pada anak usia lebih dari 6 bulan. 
 

Kenali Brinkiolitis pada Anak-anak
 

 

 

 

 

 

 

 
Konsultan: dr. Robert Soetandio, SpA, M.Si.Med
RS Pondok Indah Bintaro

 

 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif