Juru bicara American Academy of Sleep Medicine Michael Decker, Ph.D, menyebutkan, menguap juga bisa menjadi indikasi bahwa Anda kekurangan oksigen.
Lain lagi, studi tahun 1986 mengungkapkan bahwa menguap merupakan tanda bahwa seseorang sedang bosan. Tak hanya itu, masih ada sederet fakta lain dari menguap yang patut Anda ketahui.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
1. Menguap dapat 'menular'
Studi menemukan bahwa ketika seseorang menguap, sekitar 50 persen orang di sekitarnya pun akan menguap. Menurut psikolog, Robert Provine, itu adalah reaksi manusiawi yang dapat menular. Ia menjelaskan bahwa menguap lebih dari sebuah fenomena sosial tetapi juga fenomena fisiologis.
Namun, menguap akan tertular saat Anda dekat dengan seseorang secara genetik atau emosional seperti di antara teman-teman dekat ataupun keluarga.
2. Pertanda penyakit
Menguap berlebihan merupakan sinyal atau tanda berbahaya selain Anda kekurangan jam tidur. National Institutes of Health mengungkapkan bahwa sering menguap bisa disebabkan oleh saraf vagus yang menunjukkan adanya masalah jantung. Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa, sering menguap bisa menandakan terjadi masalah pada otak.
3. Janin dapat menguap
Jangan terkejut, nyatanya bayi yang belum lahir pun sudah dapat menguap. Hasil USG yang menggunakan 4D scan menunjukkan itu. Para ahli mengatakan ini mungkin indikasi perkembangan otak sebagai penanda bahwa perkembangannya berjalan dengan normal.
4. Panjang menguap berlangsung enam detik
Meskipun belum ada studi ilmiah, tapi dikatakan menguap terpanjang terjadi sekitar enam detik. Selama enam detik ini, denyut jantung meningkat secara signifikan.
5. Orang menguap saat musim dingin
Penelitian teranyar mengklaim, seseorang yang menguap untuk mendinginkan otak. Saat menguap, mulut terbuka sehingga menyebabkan dinding sinus lebih lebar untuk memompa udara ke otak. Pada saat inilah otak akan menurunkan suhu tubuh Anda yang dingin.
Studi ini juga menemukan bahwa orang lebih cenderung menguap selama musim dingin, daripada di musim panas. (Sumarni/ Huffingtonpost)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(LOV)
