Di bawah gigi terdapat saraf dan pembuluh darah. Dan ketika pembusukan gigi sudah sampai ke saraf gigi, biasanya pasien akan merasakan sakit yang luar biasa. (Foto Ilustrasi: Peter Kasprzyk/Unsplash.com)
Di bawah gigi terdapat saraf dan pembuluh darah. Dan ketika pembusukan gigi sudah sampai ke saraf gigi, biasanya pasien akan merasakan sakit yang luar biasa. (Foto Ilustrasi: Peter Kasprzyk/Unsplash.com)

Jangan Pernah Mengabaikan Kerusakan Gigi, Ini Dampak Negatifnya

Rona gigi
Raka Lestari • 20 Maret 2019 12:36
Jakarta: Perubahan bentuk pada gigi biasanya merupakan salah satu tanda adanya kerusakan gigi. Terkadang masih banyak orang yang mengabaikan tanda-tanda kerusakan pada gigi. Mereka menganggap bahwa tanda-tanda kerusakan gigi tersebut akan hilang dengan sendirinya.
 
Sejatinya, butuh waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun melihat tanda-tanda tersebut bisa merusak gigi dan mengubah bentuknya. Jadi jika tidak ditangani sejak awal, kerusakan gigi bisa dicegah.
 
"Kerusakan gigi terjadi karena bakteri yang berasal dari asam ketika kita mengonsumsi karbohidrat atau gula," ujar Carl McManama, DDS, profesor kedokteran gigi di Boston University.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semakin banyak gula yang Anda makan, semakin banyak bakteri akan berkembang dan menciptakan lebih banyak asam, yang merusak gigi. Dan jika diobati maka kerusakan gigi tersebut akan menimbulkan berbagai masalah," sambungnya.
 
Masalah-masalah yang dimaksud adalah seperti berikut ini:

1. Gigi Anda akan patah atau pecah

Gigi patah merupakan hal yang sering terjadi karena lubang pada gigi. Masalah itu takkan dialami jika gigi Anda sehat.
 
"Tetapi jika Anda memiliki banyak gigi berlubang atau tambalan pada gigi, atau tambalan gigi yang sudah lama maka gigi tersebut akan lebih mudah patah," kata Dr. McManama.

2. Kerusakan saraf

Di bawah gigi terdapat saraf dan pembuluh darah. Dan ketika pembusukan gigi sudah sampai ke saraf gigi, biasanya pasien akan merasakan sakit yang luar biasa. Jika saraf gigi Anda mulai mati, maka mungkin memerlukan saluran akar atau pencabutan gigi.

3. Gigi Anda akan mati

Jika ada infeksi di saraf gigi Anda yang disebabkan oleh pembusukan dan pembengkakan dari infeksi, maka akan memutus pasokan darah ke saraf gigi sehingga akan membuat gigi Anda mati.
 
"Ketika Anda memiliki saraf yang sudah mati, rasa sakitnya hilang. Tapi giginya akan terus dihancurkan oleh proses pembusukan dan mungkin harus diekstraksi," terang McManama.
 

4. Anda bisa mengalami infeksi

Jaringan mati yang tertinggal di gigi Anda dapat membuat tubuh Anda rentan terhadap sejumlah abses dan infeksi. Racun dari jaringan yang mati mulai menginfeksi tulang di ujung akar, yang dimulai dengan peradangan
 
Kemudian terjadilah infeksi yang dapat menembus ke pipi Anda dan ke dasar mulut Anda. Rahang dan kelenjar Anda dapat membengkak dari infeksi dan Anda mungkin terserang demam. Meskipun jarang, infeksi gigi yang parah dan tidak diobati dapat menyebabkan abses yang mengancam otak Anda.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif