Dr. dr. Basuni Radi, Sp.JP(K) dalam acara AFCC di ICE BSD, Tangerang, Sabtu, 21 September 2019, mengatakan menganjurkan Anda untuk berjalan kaki atau sepeda dan tidak melebihi beban dirasa berat bagi diri sendiri. (Foto: Pexels.com)
Dr. dr. Basuni Radi, Sp.JP(K) dalam acara AFCC di ICE BSD, Tangerang, Sabtu, 21 September 2019, mengatakan menganjurkan Anda untuk berjalan kaki atau sepeda dan tidak melebihi beban dirasa berat bagi diri sendiri. (Foto: Pexels.com)

Kenali Tipe Olahraga Sesuai dengan Kesehatan Jantung Anda

Rona kesehatan jantung ASEAN Federation of Cardiology Congress (AFCC)
Kumara Anggita • 22 September 2019 11:38
Tangerang: Olahraga tentu baik bagi tubuh Anda. Tapi tidak boleh dilakukan sembarang bagi mereka yang punya kondisi tubuh tertentu.
 
Dr. dr. Basuni Radi, Sp.JP(K) menjelaskan bahwa orang tidak boleh sembarang langsung berolahraga. Pastikan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi tubuh Anda.
 
"Tipe olahraga tergantung orangnya. Satu orang yang tidak pernah olahraga sama sekali, kedua orang yang sakit, tiga orang yang bisa olaharaga dan keempat orang yang punya kemampuan olahraga," ungkapnya pada Medcom.id dalam acara ASEAN Federation Cardiology Congress (AFCC) di ICE BSD, Tangerang, Sabtu, 21 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkhusus orang yang memiliki riwayat jantung, pastikan untuk mengecek ke dokter sebelum memulai jenis olahraga apa pun. "Anda bisa mencoba aerobik atau olahraga endurance yang melibatkan otot-otot besar, ritmik, teratur, terus menerus, dan terencana," jelasnya.
 
"Kalau orang yang sudah ada kelainan jantung, keluhan jantung, pernah diobati sakit jantung harus diperiksa dulu. Diperiksanya obat-obatnya sudah optimal belum. Karena ada risiko dia gangguan. Diperiksa itu untuk dilihat kebugarannya. Kalau kebugarannya 100 misalnya itu diawali beban 50-60 persen saja. Jenis olahraganya aerobik dan endurance," ungkapnya.

Hindari olahraga ini bagi orang dengan kelainan jantung

Hindarilah olahraga yang sifatnya resistance karena berbahaya bagi jantung Anda. "Ada juga resistance yang angkat berat, dorong, tarik, itu tidak bagus," katanya.
 
Dr. Basuni menganjurkan Anda untuk berjalan kaki atau sepeda. Ini bisa ditambah dengan olahraga resistance.
 
"Yang paling murah apa sih olahraga aerobik dan endurance, itu jalan kaki. Sepeda. Kalau berenang bagus cuma kan harus ada kemampuan berenang. Jenis olahraga ini denyut nadi naik, pompa jantung naik, tekanan naik. Walaupun selanjutnya bisa dilakukan tambahan jenisnya yang resistance," ujarnya.
 
Kenali Tipe Olahraga Sesuai dengan Kesehatan Jantung Anda
(Dr. dr. Basuni Radi, Sp.JP(K) dalam acara ASEAN Federation Cardiology Congress (AFCC) di ICE BSD, Tangerang, Sabtu, 21 September 2019, mengatakan jika orang yang sudah ada kelainan jantung, keluhan jantung, pernah diobati sakit jantung harus diperiksa dulu sebelum berolahraga. Jangan sampai melebihi beban yang dia rasa berat sekali. Foto: Dok. Medcom.id/Kumara Anggita)
 
Dengan seperti itu, otot semakin kuat terkhusus otot-otot keseimbangan. Otot yang sudah mengerut harus dilatih juga. Ini dilakukan setelah endurance training sudah dilakukan.
 
Tak hanya orang yang memiliki riwayat jantung, memeriksa ke dokter sebelum berolahrga juga perlu dilakukan pada orang yang memiliki keluhan.
 
"Orang yang ada keluhan juga begitu. Kalau jalan nyeri dada atau terasa tercekik atau orang-orang yang sudah punya faktor risiko. Orang-orang yang merokok, diabetes, orang yang lebih 50 tahun tahun, ada darah tinggi harus diperiksa. Tes dulu aman dan dipilihkan exercise yang cocok," ungkapnya.
 
Orang yang bisa dengan mudah memilih jenis olahraganya sendiri hanyalah orang muda dan tidak memiliki faktor risiko. Mereka bisa mengukur sendiri sejauh apa kapasitas mereka dalam berolahraga.
 
"Batasnya apa? Dia tahu sendiri. Jangan sampai melebihi beban yang dia rasa berat sekali," ujarnya.
 
Sesungguhnya, Anda tidak perlu memaksakan diri karena olahraga dengan intensitas agak berat saja sudah memberi manfaat.
 
"Kalau diurut ada sangat sangat berat, bawahnya lagi sangat berat, lalu berat, dan mulai agak berat. Dengan orang di agak berat saja orang sudah dapat manfaat, tidak perlu sampai sakit. Prinsipnya semakin tinggi intensitas yang Anda beri, manfaatnya lebih tinggi namun tingkat risikonya juga lebih tinggi. Itu adalah balance antara manfaat dan risiko," tutupnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif