Tips Memulai Pertemanan di Usia Dewasa
Untuk melawan rasa kesepian, Shasta Nelson selaku penulis dari Frientimacy: How to Deepen Friendships for Lifelong Health and Happiness, memberikan beberapa tips memulai pertemanan. (Foto: Sam Bloom/Unsplash.com)
Jakarta: Menjalin pertemanan di usia dewasa tak semudah ketika di bangku sekolah atau saat masih anak-anak. Ketika jarak menjauhkan diri dari teman lama, kesepian pun melanda. 

Untuk melawan rasa tersebut, Shasta Nelson selaku penulis dari Frientimacy: How to Deepen Friendships for Lifelong Health and Happiness, memberikan beberapa tips memulai pertemanan saat usia matang. 

1. Bergabung dengan sebuah kelompok
"Bergabung dengan sesuatu yang Anda tak perlu sepakat dengan orang lain, karena mereka pasti datang," ujar Nelson. 


Buatlah komitmen pada diri sendiri untuk muncul dalam kelompok tersebut dan jalinlah hubungan pertemanan dengan orang lain yang juga konsisten. 

(Baca juga: Pertemanan Positif Perlambat Penurunan Kognitif pada Lansia)


(Buatlah komitmen pada diri sendiri untuk muncul dalam kelompok tersebut dan jalinlah hubungan pertemanan dengan orang lain yang juga konsisten. Foto: Courtney Prather/Unsplash.com)

2. Sering bertemu dengan teman baru dalam jangka waktu singkat
Jika Anda tak senang dengan cara pertama, cobalah berteman dengan orang lain dan rencanakan untuk sering berjumpa. 

"Ketika berkenalan dengan orang lain, saya pernah meminta mereka untuk bertemu beberapa kali karena merasa nyaman dengan mereka."

Menurut beberapa survei, jika dibutuhkan enam hingga delapan kali pertemuan untuk bisa meningkatkan level menjadi pertemanan. Namun, kuantitas bukanlah segalanya. "Awalnya hanya ingin menghabiskan waktu berjam-jam bersama, karena Anda tak bisa melihat sisi positif seseorang dalam waktu singkat."

3. Jangan langsung yakin
Salah satu mitos populer adalah persahabatan muncul ketika ada 'percikan' dengan orang lain. Nelson tak sependapat. Yang seharusnya dicari adalah perasaan nyaman menjadi diri sendiri ketika dengan orang tersebut. 

"Beberapa penelitian menunjukkan kita harus memiliki lima perasaan positif untuk setiap perasaan negatif untuk menjaga hubungan tetap sehat," katanya. Jika kita merasa tidak enak ketika kita meninggalkan interaksi, kita cenderung tidak konsisten untuk nongkrong bersama, dan hubungan pun berhenti.

4. Tidak meremehkan pentingnya kenalan
Banyak orang terjebak dengan istilah teman. Padahal, terdapat banyak tingkat pertemanan yang penting. Orang-orang yang berada di sekitar dan selalu berinteraksi tidak selalu masuk dalam kategori ini, seperti tetangga atau pramusaji di kafe tempat Anda biasa nongkrong, namun mereka adalah orang-orang penting yang masuk dalam kategori kenalan. 

"Mereka adalah orang-orang yang memaparkan kita pada hal-hal baru, misalnya berkenalan, membantu mendapatkan pekerjaan, memberi tahu tentang liburan dan lainnya."





(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360