Jakarta: Tali pusar atau tali pusat bayi sangat penting, karena juga berpengaruh pada detak jantung janin. Oleh sebab itu, penyebab tali pusar bayi terlilit perlu diperhatikan. Dr dr Jo Edy Siswanto Sp. A (K) menyatakan bahwa jumlah penyebabnya ada beragam.
"Bisa karena polihidramnion, tali pusat terlalu panjang, atau bayi kembar, atau bayi terlalu aktif," ujar dr. Jo kepada Medcom.id, Kamis, 20 Juni 2019.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Penyebab lainnya, karena kurangnya jelly pada lapisan tali pusar atau wharton jelly. Hal ini berisiko memudahkan terjadi simpul pada tali pusar. Selain itu, bisa juga karena terlalu banyak cairan ketuban atau disebut dengan polihidramnion.
Untuk mencegah terjadinya tali pusar yang terlilit, tidak ada cara terbaik selain menerimanya. Namun, Anda bisa melakukan penanganan pada bayi Anda.
"Sebetulnya asal kita mengikuti pemeriksaan antenatal yang baik atau ANC (Antenatal Care), hal ini akan terpantau baik. USG minimal satu kali pada usia kehamilan 20 minggu," tuturnya.
.jpg)
Dr dr Jo Edy Siswanto Sp. A (K)--Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Kemudian, melakukan pemeriksaan antenatal minimum empat kali dalam durante kehamilan. Di antaranya, pada trimester pertama, trimester kedua, dan sebanyak dua kali pemeriksaan pada trimester ketiga.
Tahapan selanjutnya, pantau gerakan janin yang tiba-tiba tidak seperti biasanya. Keempat, pantau ibu dengan risiko tinggi bayi.
"Dengan kemungkinan lilitan tali pusat seperti polihidramnion atau air ketuban berlebih, hamil kembar, tali pusat yang panjang," imbuh dokter anak yang bertugas di Rumah Sakit Royal Taruma itu.
Lalu, lakukan juga pemantauan terhadap kegawatan janin dengan pemeriksaan kesejahteraaan janin melalui denyut jantung janin. Apabila bermasalah, segera ke dokter untuk pemeriksaan kardiotokografi atau CTG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(YDH)
