Penyebab leukemia atau kanker darah belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhinya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Penyebab leukemia atau kanker darah belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhinya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Penyebab Kanker Darah

Rona kanker darah
Yatin Suleha • 02 Juni 2019 15:32
Leukemia atau yang lebih dikenal sebagai kanker darah merupakan jenis kanker ganas di dunia. Ditandai dengan pertumbuhan sel-sel pembentukan darah secara tidak normal pada sumsum tulang. Penyakit yang dapat menyerang siapa saja ini umumnya terjadi pada leukosit atau sel darah putih.
 

Jakarta: Ibu Ani Yudhoyono divonis menderita kanker darah. Ia menjalani perawatan intensif sejak 2 Februari 2019 dan tutup usia pada Sabtu, 1 Juni 2019, pukul 11.50 waktu Singapura, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di ICU National University Hospital (NUH), Singapura.
 
Dilansir dari Healthline, kanker darah umumnya diketahui dalam berbagai bentuk. Beberapa jenis kanker menyerang sel-sel yang membentuk darah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gejalanya biasa datang perlahan, sehingga Anda mungkin tidak menyadarinya. Dan bahkan ada beberapa orang tidak memiliki gejala sama sekali.
 
Penyebab leukemia atau kanker darah belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhinya. Beberapa di antaranya:
 
Penyebab Kanker Darah
(Penyebab pasti kanker darah belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang dapat memengaruhinya. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

1. Faktor genetik

Seseorang yang memiliki keluarga pengidap leukemia berpotensi mengalami hal serupa.

2. Radiasi

Beberapa riset atau penelitian yang menangani kasus kanker darah menjelaskan bahwa pegawai radiologi dan penderita dengan radioterapi rentan terkena leukemia.

3. Virus

Virus seperti Retrovirus leukemia feline, HTLV-1 dapat menyebabkan leukemia.

Pengobatan kanker darah

Metode penyembuhan pada kanker darah atau leukemia antara lain dapat dilakukan dengan kemoterapi serta pencangkokan sumsum tulang. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik atau transfusi sel darah merah atau platelet.
 
Atau bisa juga dilakukan kombinasi antara kemoterapi dengan pemberian obat-obatan yang berfungsi untuk menghentikan produksi sel darah putih yang tidak normal di dalam bone marrow (sumsum tulang, yaitu jaringan lunak yang ditemukan pada rongga interior tulang yang merupakan tempat produksi sebagian besar sel darah baru).
 
 
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif