Air seni akan lebih pekat dan berbau menyengat jika Anda menahannya sepanjang hari. Kondisi ini sering disebut sebagai
Air seni akan lebih pekat dan berbau menyengat jika Anda menahannya sepanjang hari. Kondisi ini sering disebut sebagai "kandung kemih guru" atau "kandung kemih sopir truk". Karena mereka adalah orang-orang yang cenderung menahan berkemih. (Foto: Pexels.co

Ketahui 9 Penyebab Urine Berbau

Rona kesehatan
Anda Nurlaila • 20 Mei 2019 20:00
Selain warna urine, aroma urine juga bisa menjelaskan kondisi kesehatan seseorang. Ambil misal ketika Anda kurang minum. Aroma yang tidak biasa saat buang air kecil bisa berarti Anda membutuhkan minum. Air seni mungkin akan menjadi sangat pekat dan berbau menyengat mirip amonia apabila konsumsi air minum kurang 7-8 gelas sehari.
 

 
Jakarta: Buang air kecil normalnya beberapa kali sehari tergantung asupan air minum dan beberapa hal lainnya seperti kondisi medis. Selain warna urine, aroma urine juga bisa menjelaskan kondisi kesehatan seseorang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Asupan antibiotik dan obat-obatan tertentu, sayuran, atau penyakit seperti diabetes dapat memengaruhi bau urine. Berikut beberapa penyebab aroma kemih tak sedap, seperti ditulis Readers Digest:

1. Penyakit diabetes

Urine yang beraroma manis atau berbau seperti madu mungkin menjadi pertanda Anda menderita diabetes melitus. Saat kelebihan gula dikeluarkan lewat urine akan menciptakan bau dan rasa manis.
 
Saat ini urolog melakukan tes darah untuk memeriksa diabetes. Namun pada abad ke-17, para ahli urologi menganalisis sampel urine menggunakan tiga indra mereka. Yaitu penglihatan, penciuman, dan rasa.
 
Thomas Mayo, seorang dokter pada tahun 1675, menggambarkan rasa urine diabetes sebagai "sangat manis, seolah-olah dicampur madu atau gula." Aroma dan warna kencing hanyalah beberapa gejala yang menandakan adanya penyakit serius. Sebaiknya konsultasikan ke dokter.

2. Konsumsi terlalu banyak vitamin B-6

Asupan multivitamin kerap membuat aroma kemih berbau tidak sedap. Salah satunya suplemen yang mengandung vitamin B6. Vitamin B6 larut dalam lemak atau air sebelum diserap oleh tubuh.
 
Vitamin B6 larut dalam air sehingga akan dikeluarkan lewat urine. Selain mengubah bau, juga dapat memengaruhi warnanya menjadi hijau atau kuning kehijauan. Namun hal ini tidak berbahaya sehingga asupan multivitamin tetap dapat dilanjutkan.

3. Tinggal di panti jompo atau baru saja keluar dari rumah sakit

Jika urine berbau logam, Anda mungkin mengalami infeksi pseudomonas. Infeksi ini umumnya ditemukan di rumah sakit atau panti jompo karena bakteri yang menyebabkannya tumbuh subur di lingkungan tersebut. Orang sakit atau lanjut usia dengan sistem kekebalan tubuh lemah sangat rentan mengalaminya.

4. Dehidrasi

Aroma yang tidak biasa saat buang air kecil bisa berarti Anda membutuhkan minum. Air seni mungkin akan menjadi sangat pekat dan berbau menyengat mirip amonia apabila konsumsi air minum kurang 7-8 gelas sehari. Tubuh membutuhkan air untuk mengencerkan produk limbah dalam urine. Warna urine kuning muda menandakan urine yang cukup asupan air minum.
 
Ketahui 9 Penyebab Urine Berbau
(Bagi yang rentan terkena infeksi, menahan berkemih dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kencing. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

5. Tidak buang air kecil di toilet

Mereka yang menggunakan kateter dan kantung drainase urine mungkin mengeluh bau urin busuk. Ini akibat bakteri yang berkembang begitu keluar dari tubuh. Meski tidak berbahaya, memasukkan aspirin kantung urine dapat menetralkan bau urine tak sedap.  Jika baunya tetap ada atau urine jadi keruh, minta bantuan dokter.

6. Makan banyak sayuran

Sayuran baik untuk tubuh namun beberapa sayuran mengubah bau air seni. Makan kubis membuat kencing berbau kubis kubus. Asparagus bahkan membuat kencing berbau hanya 20 menit setelah Anda memakannya.
 
Makanan lain seperti kubis Brussel, bawang, kol, dan lobak juga bisa membuat kencing berbau menyengat. Hal tersebut karena produk sampingan metabolisme yang disebut metil mercaptan. Saat tubuh memecah sayuran tersebut akan menghasilkan urine yang berbau belerang.  Lebih banyak minum air dapat mengurangi bau urine.

7. Jarang ke toilet

Air seni akan lebih pekat dan berbau menyengat jika Anda menahannya sepanjang hari. Kondisi ini sering disebut sebagai "kandung kemih guru" atau "kandung kemih sopir truk".
 
Karena mereka adalah orang-orang yang cenderung menahan berkemih karena tidak punya banyak waktu ke toilet. Bagi yang rentan terkena infeksi, menahan berkemih dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kencing.

8. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan kencing berbau busuk seperti makanan basi atau kaus kaki bekas pakai. Bakteri jahat yang menyusup ke kandung kemih melalui uretra sering menyebabkan bau tak sedap.
 
Ada juga kondisi lain yang disebut bakteri asimptomatik yang dapat menyebabkan kencing Anda berbau tetapi tidak berarti Anda menderita ISK. Jika mengalami gejala lain seperti sensasi terbakar saat kencing atau demam, kunjungi dokter.

9. Terlalu banyak memakai pembersih kewanitaan

Saat membersihkan daerah kewanitaan gunakan air bersih. "Cairan pembersih wanita atau douche berisi cairan atau bahan kimia yang akan membunuh bakteri baik dan membiarkan bakteri jahat tumbuh. Produk pembersih khusus akan mengacaukan lingkungan vagina yang meningkatkan risiko terjadinya ISK," tulis Ashley Lewis dalam Rd.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif