Berdasarkan studi tahun 2015 di Sexual Medicine, menangis stelah berhubungan seks dikenal dengan sebutan Post-Coital Dysphoria (PCD). (Foto: Pixabay.com)
Berdasarkan studi tahun 2015 di Sexual Medicine, menangis stelah berhubungan seks dikenal dengan sebutan Post-Coital Dysphoria (PCD). (Foto: Pixabay.com)

Alasan Mengapa Anda Galau Setelah Berhubungan Seks

Rona seks dan kesehatan
Kumara Anggita • 23 Januari 2019 19:31
Jakarta: Pernahkah Anda merasakan perasaan Anda bergejolak setelah selesai berhubungan seks dengan suami atau istri Anda? Memang terdengat aneh. Tapi ternyata fenomena ini terjadi karena hormon. Berikut penjelasan ilmiahnya.
 
Dilansir dari Rd, berdasarkan studi tahun 2015 di Sexual Medicine, menangis stelah berhubungan seks dikenal dengan sebutan Post-Coital Dysphoria (PCD).
 
Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa 46 persen orang yang diteliti, setidaknya pernah menangis sekali setelah melakukan hubungan seks dan lima persen lainnya merasa sedih dalam rentang waktu empat minggu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fenoma ini terjadi karena pengaruh kimia dalam tubuh. Hormon tertentu dapat membuat seorang perempuan terikat dengan pasangan.
 
(Baca juga: Lima Hal yang Perlu Diperhatikan usai Berhubungan Intim)
 
Alasan Mengapa Anda Galau Setelah Berhubungan Seks
(Berdasarkan studi tahun 2015 di Sexual Medicine, menangis stelah berhubungan seks dikenal dengan sebutan Post-Coital Dysphoria (PCD). Foto: Velizar Ivanov/Unsplash.com)
 
"Khusus untuk perempuan, seks dan orgasme dapat melepaskan hormon oksitosin yang membuat keterikatan dan koneksi," kata seorang terapis seks, Ian Kerner.  
 
Menariknya, perasaan sedih itu muncul karena sinyal kimia tidak selaras dengan kenyataan. Orang merasa terikat, namun di sisi lain terputus juga. Situasi membingungkan ini membuat Anda mejadi emosional.
 
Oleh karena itu, penemuan ini sering terjadi pada orang yang melakukan seks kasual.
Kerner menyatakan bahwa dalam hubungan seks kasual, terdapat diskoneksasi antara sinyal kimia yang membuat Anda terikat dengan kenyataan sesungguhnya.
 
"Seks tersebut mungkin hebat, tetapi setelahnya, Anda menyadari bahwa Anda tidak benar-benar terhubung dengannya atau Anda tetap marah," kata Kerener.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif