Peneliti telah menerima laporan beberapa orang yang mengalami gejala awal covid-19, salah satunya yaitu hilangnya indra penciuman. (Foto: Dok. Free to use sounds/Unsplash.com)
Peneliti telah menerima laporan beberapa orang yang mengalami gejala awal covid-19, salah satunya yaitu hilangnya indra penciuman. (Foto: Dok. Free to use sounds/Unsplash.com)

Fungsi Indra Penciuman yang Hilang pada Pasien Covid-19

Rona kesehatan covid-19
Raka Lestari • 20 September 2020 11:00
Jakarta: Kasus covid-19 setiap harinya selalu bertambah di Indonesia, meskipun di Wuhan, Tiongkok di mana kasus covid-19 pertama kali sudah menurun drastis.
 
Gejala awal dari covid-19 ini di antaranya demam, batuk kering, kesulitan bernapas, dan baru-baru ini disebutkan juga bahwa kehilangan kemampuan pada indra penciuman secara tiba-tiba merupakan gejala lainnya dari covid-19.
 
Dilansir dari Health, asosiasi ahli bedah telinga, hidung, dan tenggorokan Inggris (ENT UK) menyebutkan bahwa hilangnya kemampuan pada indra penciuman bisa menjadi salah satu gejala covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Clare Hopkins, presiden British Rhinological Society, dan Nirmal Kimar, presiden British Association of Otorhinolaryngology menyarankan agar siapa pun yang mengalami kehilangan kemampuan pada indra penciuman dan indra perasa secara tiba-tiba untuk melakukan isolasi diri selama tujuh hari.
 
“Menurut kami, pasien-pasien ini bisa menjadi pembawa virus yang tersembunyi yang sampai saat ini menyebabkan penyebaran covid-19,” ujar keduanya dalam sebuah pernyataan. "Sayangnya, pasien-pasien ini tidak memenuhi kriteria untuk pengujian atau isolasi diri."
 
 
 

Indikator lain dari infeksi covid-19

Maria Van Kerkhove, direktur teknis covid-19 untuk WHO juga mengatakan bahwa kehilangan kemampuan pada indra penciuman dan indra perasa secara tiba-tiba bisa menjadi indikator infeksi covid-19. 
 
“Kami sudah menerima laporan beberapa orang yang mengalami gejala awal yang mungkin kehilangan kemampuan pada indra perasa mereka,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa hal ini sedang dilakukan penelitian lebih lanjut oleh WHO.
 
“Meskipun masih belum dipastikan mengenai apa yang menyebabkan covid-19, beberapa virus memang dapat memengaruhi neuron sensorik penciuman itu sendiri,” kata Donald Wilson, PhD, ahli saraf dan fisiologi di New York University Langone School of Medicine.
 
“Dan ketika molekul yang bertugas untuk membaui sesuatu berikatan dengan reseptor di permukaannya, neuron sensor penciuman mengirimkan sinyal ke otak,” kata Wilson. Itulah bagaimana cara kita merasakan bau sesuatu.
 
Namun, beberapa virus menyebabkan neuron sensor penciuman mati lebih cepat. “Jika neuron sensor penciuman mati maka sinyal bau tidak bisa sampai ke otak dan kita kehilangan indra penciuman,” kata Wilson. 
 
"Dan karena persepsi kita tentang rasa biasanya bergantung pada penciuman, banyak orang juga akan mengeluh kehilangan kemampuan merasakan sesuatu," tutupnya.

 
(TIN)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif