Macam-macam gula. (Foto: Freepik)
Macam-macam gula. (Foto: Freepik)

Apakah Gula Merah dan Gula Batu dapat Meningkatkan Risiko Diabetes?

Rona diabetes kemenkes WHO
Raka Lestari • 22 Agustus 2020 08:09
Jakarta: Gula merah dan gula batu seringkali dijadikan pengganti gula pasir, karena dianggap lebih alami dan lebih sehat. Sudah diketahui pula bahwa, mengonsumsi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Salah satunya adalah diabetes.
 
Bahkan World Health Organization (WHO) pun memberikan panduan kepada orang dewasa dan anak-anak untuk mengurangi asupan gula harian mereka menjadi kurang dari 10 persen, dari total kebutuhan energi harian. WHO juga menyebutkan bahwa asupan gula di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram (6 sendok teh) per hari dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.
 
“Kita masih amat permisif untuk masalah ini. Padahal menurut anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia saja, asupan gula per hari maksimal adalah empat sendok makan. Terlalu banyak gula dapat berakibat kegemukan dan diabetes mellitus. Diabetes dapat mengganggu jantung dan ginjal,” jelas ahli gizi Dr. dr. Tan Shot Yen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Belum lagi adanya hidden sugar atau gula tersembunyi,” tambah dr. Tan.
 
Menurutnya, contoh-contoh gula tersembunyi diantaranya adalah:
 
- Diberi nama lain (biasanya berakhiran dengan –ol: manitol, sorbitol, xylitol, dsb).
- Diimbuhi madu (madu juga merupakan gula fruktosa), gula aren, gula merah, dan sebagainya.
- Istilah ‘sirup jagung’/ High fructose corn syrup yang sebenarnya produk olahan pabrik
 
Beberapa orang menganggap bahwa gula merah dan gula batu merupakan pilihan yang lebih sehat. Moch Aldis Ruslialdi SKM CNWC, Certified Nutrition and Wellness Consultant Nutrifood juga menambahkan, sebenarnya itu sebuah mitos.
 
"Gula yang berlebihan secara ilmiah memang dikaitkan dengan gula darah yang tinggi seperti berbagai penyakit metabolik sindrom,” ujar Aldis.
 
“Dan secara umum, kandungan kalori pada gula merah, gula batu, brown sugar, dan berbagai jenis gula lainnya pada dasarnya tidak jauh berbeda. Jadi sebenarnya sama saja. Bahkan gula batu memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi dibandingkan gula pasir,” ujar Aldis.
 
Minuman manis, menurut Aldis, seperti boba, kopi, soda, itu saja sudah bisa menghabiskan jatah asupan gula per hari. Belum ditambah dari makanan lainnya.
 
"Untuk menyiasatinya, bisa dengan menambah olahraga pada hari itu. Atau jika sudah minum manis, sebaiknya tidak makan makanan manis lainnya,” tutup Aldis.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif