Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Kenali Perbedaan Migrain dengan Stroke

Rona stroke migrain
Sunnaholomi Halakrispen • 10 Februari 2020 13:17
Jakarta: Ketika Anda memiliki sakit kepala yang mengerikan, bagaimana Anda tahu kalau itu sesuatu yang serius? Sebab, beberapa gejala migrain bisa sangat mirip dengan stroke.
 
Jika Anda berpikir ada kemungkinan sedikit pun Anda mengalami stroke, segera datang ke dokter untuk memeriksakannya. Dilansir dari Web MD, perawatan dini dapat membatasi kerusakan pada otak dan mungkin menyelamatkan hidup Anda.
 
Jika Anda berusia di atas 40 tahun dan belum pernah mengalami migrain, anggaplah rasa sakit Anda adalah sesuatu yang lebih serius. Orang yang terkena migrain pertama kali mengalaminya sejak usia remaja atau dewasa awal. Jarang yang mengalami gejala pertama kali saat menginjak usia tua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika Anda mengalami migrain dan gejala aura atau sakit kepala Anda tampak berbeda dari yang biasanya dialami, periksalah. Sebagian besar penderita migrain memiliki gejala yang sama setiap kali.

Apa itu Stroke?

Selama stroke, aliran darah ke bagian otak Anda terputus. Sel-sel di sana tidak mendapat cukup oksigen dan mulai mati.
 
Mungkin ada dua penyebab. Entah pembuluh darah tersumbat, misalnya dengan bekuan darah, atau pembuluh darah robek atau pecah. Sehingga menyebabkan pendarahan di atau sekitar otak.
 
Sakit kepala parah yang tiba-tiba bisa menjadi tanda stroke. Gejala umum lainnya, yaitu mati rasa atau kelemahan, terutama di satu sisi tubuh Anda. Entah itu kesulitan berbicara atau kesulitan memahami orang lain.
 
Kemudian, adanya masalah penglihatan di satu atau kedua mata, pusing mendadak atau kehilangan keseimbangan atau koordinasi, kebingungan. Jenis stroke yang cenderung disalahartikan sebagai migrain disebut Transient Ischemic Attack (TIA).
 
TIA juga dikenal sebagai stroke mini, karena aliran darah ke otak Anda terputus hanya untuk waktu yang singkat. Gejalanya kurang parah dibandingkan dengan stroke biasa dan dapat berlangsung kurang dari satu jam.

Apa Itu Migrain?

Migrain merupakan penyakit yang menyebabkan serangan berulang sakit kepala bersama dengan gejala lain, seperti sakit kepala yang buruk yang sering disertai mual atau muntah. Kemudian, kepekaan terhadap cahaya, suara, bau, atau sentuhan.
 
Rasa sakitnya mungkin berdenyut dan biasanya merasakannya di satu sisi kepala di sekitar mata atau pelipis. Migrain dengan aura adalah jenis yang dapat dikacaukan dengan stroke.
 
Aura memengaruhi indera Anda dan biasanya terjadi sebelum sakit kepala. Anda mungkin melihat kilatan cahaya, garis zig-zag, bintik-bintik buta. Mungkin Anda juga merasa kesemutan atau mati rasa di lengan, kaki, atau wajah Anda.
 
Bisa juga diperhatikan ketika Anda mendengar ada bunyi atau dering di telinga Anda atau kesulitan berbicara. Terkadang, Anda akan mengalami gejala-gejala tersebut, tetapi tidak pernah mengalami sakit kepala. Itu cenderung terjadi lebih sering, seiring bertambahnya usia.

Perbedaan migrain dengan stroke

Untuk mengetahui bagaimana perbedaan antara migrain dan stroke, memang sulit. Tipsnya, pahami bahwa ketika stroke, gejala biasanya datang tiba-tiba. Sedangkan migrain, gejalanya terjadi secara bertahap karena sakit kepala biasanya mulai kecil dan menjadi lebih menyakitkan.
 
Stroke lebih mungkin untuk memiliki apa yang disebut gejala negatif, seperti Anda mungkin kehilangan pandangan di satu mata atau kehilangan perasaan di salah satu tangan atau kaki Anda. Migrain lebih cenderung memiliki gejala positif, ada sensasi tambahan seperti kilatan di penglihatan atau kesemutan di kulit Anda.
 
Jika Anda masih berusia muda, kemungkinan besar kondisi yang Anda alami ialah migrain. Jika Anda lebih tua, lebih cenderung menjadi stroke, terutama jika Anda belum pernah mengalami migrain sebelumnya, Anda memiliki tekanan darah tinggi, atau detak jantung yang tidak teratur.
 
Sementara itu, dokter tidak tahu pasti bagaimana migrain dan stroke dihubungkan. Mereka tahu bahwa orang yang menderita migrain dengan aura memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk terserang stroke dibandingkan dengan orang yang tidak menderita migrain sama sekali.
 
Risikonya naik jika Anda juga seorang wanita muda yang merokok dan minum pil KB. Migrain tanpa aura tampaknya tidak memengaruhi peluang Anda terkena stroke. Tetapi mereka mungkin membuat Anda lebih mungkin memiliki masalah terkait jantung lainnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif