Hadi Pranoto (Foto: Antara/Arif Firmansyah)
Hadi Pranoto (Foto: Antara/Arif Firmansyah)

Hadi Pranoto, Jualan Obat Berkedok Profesor?

Rona Hadi Pranoto
Sunnaholomi Halakrispen • 08 Agustus 2020 07:05
Jakarta: Nama Hadi Pranoto masih menjadi perbincangan publik di dunia maya, terkait videonya di kanal YouTube musisi Anji. Penjelasannya tentang obat penyembuh sekaligus penangkal covid-19 pun menjadi polemik.
 
Orang yang mengaku sebagai Pakar Mikrobiologi itu meyakini masyarakat tentang obat herbal pertama yang bisa menyembuhkan virus SARS-CoV-2. Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, isu tersebut harus ditindaklanjuti.
 
"Kalau ini didiamkan, maka akan muncul Hadi yang berikutnya yang jualan mengaku-ngaku. Ujungnya apa sih dia? Jualan kan," ujar Prof. Ari kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Promosi produk yang tidak jelas apakah pasiennya bisa sembuh atau tidak. Masa sudah ada kata-kata menyembuhkan," tambahnya.
 
Jika dibiarkan, menurut Prof. Ari, akan sangat berbahaya. Penjelasan menyesatkan dari Hadi Pranoto bisa memengaruhi pola pikir sejumlah masyarakat.
 
Sebab, pandemi covid-19 telah membuat masyarakat resah, ditambah lagi dengan pernyataan tentang obat herbal antibodi covid-19 Hadi Pranoto, yang tidak terbukti dalam instansi penelitian obat-obatan di Indonesia.
 
"Saya kasihan masyarakat ini terlalu panik. Saya juga baca di botolnya tentang jamunya, masa ditulis ada kondisi sakit dan agak sakit. Agak sakit itu bagaimana maksudnya? Maksud saya dari segi begitu saja kok masyarakat sudah mudah percaya," tuturnya.
 
Prof. Ari pun memaparkan bahwa obat herbal memiliki aturan. Yakni tentang jamu, pengemasannya, kemudian herbal berstandar, atau fitofarmaka.
 
"Jadi sebenarnya ini tugas Badan POM yang harus segera melihat barang ini, apakah terdaftar sebagai obat covid-19. Ketika ternyata tidak, itu sudah termasuk unsur kriminal, membohongi masyarakat," paparnya.
 
"Saya sudah cek ke Direktur untuk herbal atau jamu ini, tidak ada sampai saat ini yang bisa untuk anti covid-19. Kan selesai. Berarti ini bohong," jelasnya.
 
Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengaku tidak mengenal sosok Hadi Pranoto.
 
"Pak Hadi Pranoto yang mengaku sebagai profesor harusnya dikenal di komunitas ilmiah," kata Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Halik Malik kepada Medcom.id, Senin, 3 Agustus 2020.
 
Pengenalan itu, kata Halik, bisa dibuktikan melalui institusi tempat Hadi bernaung. Selain itu, sosok Hadi juga seharusnya dikenal melalui publikasi ilmiah yang telah dihasilkan sebelumnya.
 
Di sisi lain, pembuat herbal antibodi covid-19, Hadi Pranoto, enggan membeberkan latar pendidikan atau riwayat akademis yang ia tempuh. Ia mengaku tak ingin publik sibuk menggunjingkan titel profesor yang disandangnya alih-alih temuan obat virus korona.
 
"Anggap saja saya tidak sekolah, saya tidak mau riwayat pendidikan saya jadi polemik. Terserah mau dianggap apa oleh masyarakat," ungkap Hadi, di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020.
 
"Riwayat pendidikan bukan hal yang perlu diungkit atau dibesar-besarkan. Di-close saja lah. Kita fokus pada obat herbal yang mampu menangkal virus covid-19 ini," tutupnya.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif