Ilustrasi--Foto: CNN
Ilustrasi--Foto: CNN

Ilmuwan Menemukan Spesies Dinosaurus Baru

Rona penelitian dinosaurus
Dhaifurrakhman Abas • 27 Juli 2019 12:06
Peneliti menemukan dinosaurus pemangsa karnivora sebesar sekitar 8,5 kaki. Spesies tersebut diberikan nama Notatesseraeraptor frickensis.
 

Jakarta: Ilmuwan di Swiss menemukan fosil spesies dinosaurus yang belum pernah ada sebelumnya. Spesies tersebut diduga merupakan nenek moyang burung. 
 
Melansir CNN, fosil tersebut ditemukan setelah para ilmuwan mendapati kerangka yang terpelihara dengan baik. Kerangka tersebut berasal dari periode trias akhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut penelitian dari Universitas Zurich, dinosaurus tersebut merupakan pemangsa karnivora sebesar sekitar 8,5 kaki. Spesies tersebut diberikan nama Notatesseraeraptor frickensis, sebagai referensi dari kota Frick, Swiss, tempat kerangka itu ditemukan.
 
Marion Zahner, penulis studi dari Universitas Zurich mengatakan, fosil ditemukan pada 2006 silam. Namun fosil tersebut baru analisis filogenetik atau peta pohon evolusi dinosaurus baru selesai dilakukan pada 2019.
 
"Kami menyadari penemuan fosil adalah sesuatu yang penting. Sebab, fosil tengkorak itu pertama-tama memberi petunjuk tentang karakteristik unik dinosaurus. Tengkorak itu sangat menarik dari sudut pandang evolusi,” ujar Zahner.
 
Zahner melanjutkan, spesies ini menjadi penemuan unik di Swiss. Lantaran, fosil tersebut merupakan jenis theropoda pertama yang ditemukan. Ini merupakan kelompok dinosaurus pemakan daging yang berjalan dengan dua kaki belakang.
 
“Selama sekitar 30 tahun peneliti telah menggali di sana, tetapi sebagian besar waktu mereka hanya menemukan tulang Plateosaurus," sambung dia.
 
Menurut makalah tersebut, fosil yang ditemukan hampir seratus persen utuh. Hal ini termasuk tengkorak yang hampir lengkap, dua kaki depan yang diartikulasikan dan isi perut. 
 
Para peneliti bahkan dapat menentukan bahwa makanan terakhir dinosaurus tersebut adalah kadal kecil yang disebut Clevosaurus. Hal itu diketahui setelah tim peneliti menganalisis sisa makanan di perut fosil yang ditemukan.
 
Zahner berharap fosil dinosaurus yang ditemukan itu meningkatkan minat, siswa dan ahli paleontologi untuk meneliti dinosaurus. Sebab hal ini bisa mengetahui bagaimana dinosaurus bisa berevolusi selama ribuan tahun.
 
“Misalnya, siswa jadi mengetahui bahwa dinosaurus adalah nenek moyang burung yang kita lihat sekarang. Menurut saya setiap fosil sangat istimewa dan penting bagi untuk memahami masa lalu dan masa depan," tandas Zahner.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif