Seminar Media Tanggap Herpes Genital di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Kumara/Medcom.id)
Seminar Media Tanggap Herpes Genital di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Kumara/Medcom.id)

Mengenal Penyakit Herpes Genital dan Cara Menghindarinya

Rona herpes
Kumara Anggita • 17 Mei 2019 14:27
Herpes genital adalah penyakit infeksi virus herpes simpleks (HSV) mengenai daerah kelamin laki-laki atau perempuan. Cara penularan penyakit herpes genital ini hanya bisa melalui kontak langsung selaput lendir bibir atau kelamin.
 

Jakarta: Tak banyak orang yang memahami apa itu herpes genital. Walaupun ini tidak akan membawa ke kematian, penyakit ini sifatnya kronis dan bisa bertahan bertahun-tahun, bahkan seumur hidup. Bahkan ketika diobati, virus akan tetap berada dalam tubuh.
 
Karena itu, Anda harus mengenali lebih dalam seputar herpes genital dan cara menghindarinya. Berikut penjelasannya oleh Dr. dr. Wresti Indriatmi, SpKK(K), FINSDV.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal paling umum terjadi bahwa orang memahami kalau herpes itu konotasinya hanya herpes kelamin saja. Padahal ada juga Herpes zoster (cacar ular).
 
Herpes genital adalah penyakit infeksi virus herpes simpleks (HSV) mengenai daerah kelamin laki-laki atau perempuan. Ini disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe satu atau dua. Kedua tipe ini dapat menyebabkan herpes bibir dan herpes kelamin.
 
“Tipe satu biasanya ada di sekitar bibir. Sementara tipe dua yang ada di daerah kelamin,” ujar Wresti dalam Seminar Media Tanggap Herpes Genital di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Cara penularan penyakit herpes genital ini hanya bisa melalui kontak langsung selaput lendir bibir atau kelamin. Ini bisa melalui ciuman, hubungan seks kelamin ke kelamin, hubungan seks dengan mulut.
 
Saat ini tipe satu dan tipe dua bisa berpindah-pindah area. Ini karena cara orang berhubungan seks.
 
“Sekarang oral sex banyak. Jadi tipe satu bisa ke bawah dan tipe dua bisa ke atas,” ujarnya.
 
Anak-anak pun bisa terkena penyakit ini juga. Ini karena anak-anak biasanya suka dicium oleh orang-orang. Di sanalah mereka jadi tertular.

Faktor risiko mempermudah seseorang tertular

Seseorang bisa mudah tertular biasanya pernah berhubungan seks dengan orang yang menderita penyakit ini. Semakin banyak pasangan seksual juga akan meningkatkan risiko terkena herpes genital.
 
“Satu pasangan seks risiko terkena penyakit ini adalah dua hingga lima persen. Untuk orang yang dua hingga empat pasangan risikonya tujuh hingga 19 persen. Lima hingga sembilan pasangan risikonya 100-22 persen. Dan lebih dari 10 pasangan 19-37 persen,” ujar Wresti.
 
Ini ditularkan kepada orang lain melalui kontak kulit dengan kulit dari daerah yang terinfeksi. Herpes genital menular sejak tanda pertama kulit terasa kesemutan, mati rasa, atau sakit yang menusuk, luka, dan sampai keropengnya hilang.
 
Pada laki-laki umumnya terdapat pada kelenjar penis atau preputium. Sementara pada perempuan bisa terdapat pada vulva, perineum, boking, vagina maupun serviks.

Seberapa bahaya herpes genital?

Penyakit ini tidak membawa seseorang ke kematian atau kanker bagi orang dewasa, namun hingga saat ini penyakit ini tidak dapat disembuhkan.
 
Selain itu, ini juga berbahaya untuk bayi dalam kandungan. Bila ibu yang hamil baru pertama kali tertular virus herpes simplex ini maka dia dapat menularkan kepada bayi saat lahir dan ini dapat mempermudah masuknya HIV.
 
Karena itu, jika sudah terjangkit penyakit ini, dianjurkan untuk operasi cesar untuk menghindari bayi terkena penyakit yang sama.

Gejala

Penyakit ini memiliki gejala yang berbeda-beda. Untuk herpes genital primer gejalanya parah dan sangat nyeri. Sementara untuk herpres genital rekurens yang sifatnya kambuhan gejalanya akan lebih ringan.
 
“Untuk pasien perempuan dia akan jalannya ngangkang. Itu sakit sekali kelaminnya,” terang Wresti.
 
Ada pula herpes asimtomatik yang gejalanya dua puluh persen. Ini muncul tanpa gejala tetapi terdapat bukti pada pemeriksaan darah. Dan terakhir, herpes genital atipik (tidak khas. Gejalanya 60 persen hingga seringkali tidak dikenali.
 
Penyakit ini sering kambuh terutama dalam satu hingga dua tahun pertama infeksi. Ini bisa muncul karena stres psikis dan fisik, sistem pertahanan tubuh lemah, menstruasi, lelah, aktivitas seksual, atau tanpa sebab yang jelas.

Cara mengobati

Untuk mengobati secara tuntas hingga saat ini belum ada pengobatannya. Yang ada hanya obat untuk menjarangkan kekambuhan.
 
Ketika gejala itu muncul bisa dilakukan terapi episodik. Bila kambuh lebih dari enam kali dalam setahun makan terapi lain yang artinya minum obat setiap hari selama setahun.
 
Sebelum Anda harus melakukan ini semua, lakukan pencegahan. Ini bisa dilakukan dengan tidak bergonta-ganti pasangan ataupun memakai kondom (namun perlindungan tidak menyeluruh).
 
Menurut penelitian, kondom dengan pelumas mengurangi risiko, tapi hanya melindungi bagian kulit yang tertutup kondom.
 
Perawatan yang Tepat untuk Mencegah Masalah Kulit

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif